Metapos.id, Jakarta – Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi potensi terbatasnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Kalla kepada wartawan usai menghadiri acara buka puasa bersama pengurus dan anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di kediamannya di Jakarta Selatan pada Jumat (6/3/2026).
Ia menilai, apabila konflik tersebut berlangsung dalam waktu yang lama, dampaknya dapat dirasakan langsung oleh Indonesia, khususnya pada ketersediaan BBM yang berisiko menurun.
Kondisi itu dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas ekonomi serta kegiatan bisnis di dalam negeri.
Selain itu, Jusuf Kalla juga menyoroti potensi kenaikan harga energi akibat situasi geopolitik di Timur Tengah. Menurutnya, peningkatan harga BBM dan LPG dapat menambah beban subsidi yang harus ditanggung oleh pemerintah.
Di luar persoalan ekonomi, ia menekankan pentingnya sikap politik yang tegas dari Indonesia dalam menyikapi konflik tersebut.
Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong upaya diplomasi dan penyelesaian konflik melalui forum internasional.
Jusuf Kalla juga mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan ekonomi nasional, terutama terkait pengelolaan anggaran negara di tengah ketidakpastian situasi global.
Menurutnya, pemerintah perlu menentukan prioritas belanja negara agar kondisi keuangan tetap terjaga dan tidak menimbulkan tekanan yang berlebihan terhadap fiskal negara.














