Metapos.id, Jakarta – Kebiasaan mengonsumsi daging merah dalam jumlah berlebihan, khususnya pada malam hari, dapat berdampak pada kualitas tidur seseorang. Kandungan protein dan lemak yang tinggi membuat tubuh membutuhkan waktu dan energi lebih banyak untuk proses pencernaan.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine menunjukkan bahwa sistem pencernaan bekerja lebih aktif saat mengolah daging merah. Kondisi ini dapat mengganggu ritme alami tubuh yang berperan dalam mengatur waktu istirahat.
Para peneliti menemukan bahwa makan daging merah menjelang waktu tidur berisiko memicu gangguan tidur. Selain itu, aktivitas pencernaan yang meningkat pada malam hari dapat memperparah gejala sleep apnea pada sebagian orang.
Tidak hanya itu, konsumsi daging merah dalam jumlah besar juga berpotensi memicu kenaikan asam lambung. Akibatnya, tubuh menjadi kurang nyaman sehingga proses tidur dapat terganggu.
Di sisi lain, studi yang dimuat dalam jurnal Aging and Disease menemukan kaitan antara tingginya konsumsi daging dengan menurunnya durasi tidur. Penelitian tersebut juga mencatat adanya penurunan kualitas istirahat pada kelompok dengan konsumsi daging lebih tinggi.
Daging merah sebenarnya mengandung triptofan dan tirosin, dua asam amino yang membantu pembentukan hormon pengatur tidur. Namun, keberadaan asam amino lain dalam jumlah besar dapat mengurangi penyerapan triptofan ke otak.
Ketika kadar triptofan yang mencapai otak berkurang, tubuh menghasilkan lebih sedikit senyawa yang memicu rasa kantuk. Karena itu, seseorang dapat mengalami kesulitan tidur meski tubuh terasa lelah.
Penelitian tersebut juga mencatat bahwa tambahan konsumsi daging sekitar 100 gram per hari dapat meningkatkan risiko gangguan tidur hingga 60 persen. Sementara itu, asupan protein yang terlalu tinggi diduga berkaitan dengan penurunan sensitivitas insulin.
Kondisi tersebut dapat memicu munculnya peradangan dalam tubuh. Jika berlangsung terus-menerus, gangguan itu berpotensi memengaruhi pola tidur sehari-hari.
Karena itu, para ahli menyarankan masyarakat mengatur konsumsi daging merah secara bijak. Mereka juga mengimbau agar makan malam tidak dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur.







