Saturday, August 8, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Jalan Menanjak vs Lari, Mana yang Lebih Baik untuk Jantung dan Stamina?

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
8 August 2026
in Lifestyle & Health
Jalan Menanjak vs Lari, Mana yang Lebih Baik untuk Jantung dan Stamina?

Metapos.id, Jakarta – Jalan kaki di tanjakan dan berlari sama-sama dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan kebugaran. Meski demikian, kedua aktivitas tersebut memiliki tingkat intensitas serta dampak yang berbeda terhadap tubuh.

Pelatih kebugaran sekaligus coach Tone House, Gab Reznik, CPT, menjelaskan bahwa tidak ada olahraga yang bisa disebut paling unggul untuk semua orang. Jenis latihan sebaiknya dipilih berdasarkan target kebugaran, kondisi fisik, serta kemampuan masing-masing.

BACA JUGA

3 Kebiasaan Sederhana Usai Makan Malam untuk Kurangi Stres dan Tingkatkan Kualitas Tidur

50.000 Sepatu Nike Palsu Disita di Vietnam, Bernilai Rp66 Miliar

Menurut Reznik, melakukan aktivitas fisik secara rutin jauh lebih baik dibandingkan tidak berolahraga. Baik berjalan menanjak maupun berlari dapat membantu memperlancar sirkulasi darah, meningkatkan denyut jantung, dan mendukung kemampuan tubuh dalam menggunakan oksigen.

Jalan Menanjak Bisa Memperkuat Otot Kaki

Berjalan di permukaan yang menanjak bukan sekadar aktivitas untuk melatih jantung. Gerakan tersebut juga membuat sejumlah otot tubuh bagian bawah bekerja lebih keras.

Otot yang mendapat beban antara lain bokong, paha depan, paha belakang, hingga betis. Namun, efek latihan ini lebih banyak berkaitan dengan peningkatan daya tahan otot daripada pembentukan massa otot.

Tingkat kesulitan latihan juga dapat disesuaikan dengan kemiringan jalur. Semakin tinggi kemiringannya, semakin besar tenaga yang diperlukan tubuh untuk bergerak.

Penggunaan rompi berbobot juga dapat menjadi alternatif untuk menambah tantangan selama latihan. Meski begitu, latihan angkat beban tetap lebih sesuai bagi orang yang ingin meningkatkan kekuatan maksimal atau membentuk massa otot.

Lari Memiliki Intensitas Latihan Lebih Tinggi

Dibandingkan berjalan, berlari biasanya membutuhkan energi dan intensitas yang lebih besar. Aktivitas ini dapat membuat detak jantung meningkat lebih cepat sekaligus membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Namun, tingginya intensitas lari juga membuat tubuh menerima tekanan yang lebih besar. Oleh sebab itu, latihan perlu disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi fisik agar tidak dilakukan secara berlebihan.

Di sisi lain, berjalan menanjak juga mampu memberikan tantangan yang cukup berat. Bahkan, latihan tersebut dapat terasa intens bagi orang yang sudah terbiasa melakukan olahraga lari.

Sebagai gambaran, berjalan selama 30 menit di atas treadmill dengan kemiringan 15 persen dan kecepatan sekitar 4,8 kilometer per jam dapat menjadi latihan yang cukup berat.

Pemula Sebaiknya Meningkatkan Intensitas Secara Bertahap

 

Bagi orang yang baru mulai berolahraga, latihan dengan intensitas ringan dapat menjadi pilihan awal. Berjalan menggunakan treadmill dengan kemiringan sekitar 2-3 persen dan kecepatan yang terasa nyaman dapat dilakukan terlebih dahulu.

Setelah tubuh mulai terbiasa, tingkat kesulitan latihan bisa dinaikkan secara perlahan. Peningkatan dapat dilakukan dengan menambah kecepatan atau kemiringan, tetapi sebaiknya tidak dilakukan secara bersamaan.

Baik lari maupun jalan menanjak memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan jantung, meningkatkan stamina, dan mendukung kebugaran tubuh.

Karena memberikan rangsangan latihan yang berbeda, kedua aktivitas tersebut juga dapat dipadukan dalam satu rutinitas olahraga. Dengan begitu, latihan dapat menjadi lebih bervariasi sekaligus disesuaikan dengan kemampuan tubuh.

Tags: jalan menanjakkebugarankesehatan jantungkesehatan tubuhlarilatihan kardioMetapos.idolahraga
Previous Post

3 Kebiasaan Sederhana Usai Makan Malam untuk Kurangi Stres dan Tingkatkan Kualitas Tidur

Next Post

HBA Agustus 2026 Turun 5,62 Persen, Jadi USD124,44 per Ton

Related Posts

3 Kebiasaan Sederhana Usai Makan Malam untuk Kurangi Stres dan Tingkatkan Kualitas Tidur
Lifestyle & Health

3 Kebiasaan Sederhana Usai Makan Malam untuk Kurangi Stres dan Tingkatkan Kualitas Tidur

8 August 2026
Bulan Makin Jauh dari Bumi, Apa yang Akan Terjadi?
Lifestyle & Health

50.000 Sepatu Nike Palsu Disita di Vietnam, Bernilai Rp66 Miliar

8 August 2026
Kaca Jam Tangan Berembun? Coba 6 Cara Sederhana Ini Sebelum Dibawa ke Servis
Lifestyle & Health

Kaca Jam Tangan Berembun? Coba 6 Cara Sederhana Ini Sebelum Dibawa ke Servis

8 August 2026
sinopsis film Memory
Lifestyle & Health

Sinopsis Memory, Misi Terakhir Pembunuh Bayaran yang Mulai Kehilangan Ingatan

7 August 2026
Kemenkes: 2,2 Juta Anak Indonesia Alami Tekanan Darah Tinggi, Dipicu Pola Makan Tak Sehat
Lifestyle & Health

Kemenkes: 2,2 Juta Anak Indonesia Alami Tekanan Darah Tinggi, Dipicu Pola Makan Tak Sehat

7 August 2026
Review Spider-Man: Brand New Day
Lifestyle & Health

Review Spider-Man: Brand New Day, Peter Parker Tampil Lebih Dewasa dan Emosional

6 August 2026
Next Post
Batu Bara

HBA Agustus 2026 Turun 5,62 Persen, Jadi USD124,44 per Ton

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini