Metapos.id, Jakarta – Tetap tenang ketika menghadapi masalah bukan berarti seseorang tidak memiliki emosi. Menurut video kanal YouTube Murupuy berjudul “7 Kebiasaan Orang yang Selalu Tenang di Situasi Apa pun”, ketenangan merupakan sesuatu yang dapat dibangun melalui kebiasaan sehari-hari.
Dilansir dari kanal Youtube Murupuy video berdurasi 13 menit 29 detik tersebut membahas sejumlah kebiasaan yang dapat membantu seseorang menjadi lebih stabil dalam menghadapi situasi sulit, Senin (21/09/2026).
Pertama, tidak reaktif dan memilih reflektif. Orang yang tenang tidak langsung merespons ketika sedang emosi. Mereka memberi jeda, menarik napas, lalu memikirkan tindakan sebelum berbicara atau mengambil keputusan.
Kedua, memiliki dialog batin yang sehat. Mereka berusaha menjadikan suara dalam kepala sebagai teman, bukan musuh. Salah satunya dengan membedakan fakta, asumsi, dan ketakutan melalui journaling atau refleksi.
Ketiga, tidak bergantung pada validasi orang lain. Mereka tetap menjalani proses tanpa terus membandingkan diri dengan pencapaian orang lain. Prinsip dan nilai pribadi dijadikan pegangan ketika menghadapi tekanan.
Keempat, memiliki rutinitas yang memberi pegangan. Rutinitas sederhana seperti journaling, olahraga ringan, duduk tanpa ponsel, atau meluangkan waktu untuk diam dapat menjadi ruang untuk menenangkan pikiran.
Kelima, tidak menghindari rasa takut. Orang yang tenang tetap bisa merasa takut, tetapi tidak membiarkan rasa takut menentukan langkah. Mereka menghadapi ketakutan secara bertahap dan mengambil langkah kecil.
Keenam, memahami apa yang bisa dikontrol. Fokus diarahkan pada respons, sikap, keputusan, energi, dan hal lain yang berada dalam kendali diri, sementara hal di luar jangkauan dilepaskan.
Ketujuh, mampu mengatur energi. Ketenangan juga berkaitan dengan kondisi fisik dan lingkungan. Tidur cukup, mengetahui kapan harus berhenti, serta mengurangi interaksi dengan lingkungan yang menguras energi disebut sebagai bagian dari kebiasaan tersebut.
Video tersebut menekankan bahwa ketenangan bukan berarti menghilangkan emosi, melainkan belajar mengelolanya dengan lebih sadar. Kebiasaan itu dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menarik napas sebelum merespons, menulis pikiran, menghadapi satu ketakutan, dan melepaskan hal yang tidak bisa dikontrol.







