Metapos.id, Jakarta – Lagu kebangsaan biasanya berisi lirik yang menggambarkan sejarah, identitas, dan semangat persatuan sebuah negara. Namun, ada sejumlah negara yang memilih menggunakan komposisi musik instrumental tanpa lirik resmi.
Empat negara yang menerapkan hal tersebut adalah Spanyol, San Marino, Bosnia dan Herzegovina, serta Kosovo. Masing-masing memiliki latar belakang berbeda, mulai dari sejarah panjang hingga upaya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Meski pernah muncul berbagai usulan untuk menambahkan lirik, tidak satu pun berhasil ditetapkan sebagai teks resmi lagu kebangsaan mereka.
1. Spanyol: Marcha Real Bertahan Tanpa Lirik
Marcha Real, yang berarti Mars Kerajaan, termasuk salah satu lagu kebangsaan tertua yang masih digunakan hingga sekarang. Musiknya tercatat dalam buku panduan militer Spanyol pada 1761 dan ditetapkan sebagai Mars Kehormatan Spanyol oleh Raja Charles III pada 3 Oktober 1770.
Hingga kini, lagu tersebut tidak memiliki lirik resmi karena sulitnya mencapai kesepakatan yang dapat diterima seluruh masyarakat. Spanyol memiliki beragam identitas budaya dan bahasa, termasuk Kastilia, Katalan, Basque, dan Galisia.
Sejumlah upaya untuk menciptakan lirik pernah dilakukan. Eduardo Marquina menyusun salah satu versi pada masa pemerintahan Raja Alfonso XIII, sementara José María Pemán membuat versi lain pada 1928 yang kemudian dikaitkan dengan rezim Francisco Franco.
Pada 2007-2008, Komite Olimpiade Spanyol kembali mengupayakan penambahan lirik. Dari sekitar 7.000 usulan masyarakat, juri memilih karya Paulino CuCubero.
Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari sejumlah kelompok nasionalis Katalan dan Basque. Pada Januari 2008, Komite Olimpiade Spanyol akhirnya membatalkan rencana itu karena tidak tercapai kesepakatan.
Sejak saat itu, Marcha Real tetap digunakan tanpa lirik resmi.
2. San Marino: Terra di Libertà Ditetapkan sebagai Nama Resmi pada 2025
San Marino mulai menggunakan lagu kebangsaannya pada 1894. Komposisi tersebut dibuat oleh komponis sekaligus pemain biola asal Italia, Federico Consolo, dengan mengadaptasi sebuah koral dari abad ke-10.
Selama lebih dari satu abad, lagu itu tidak memiliki judul resmi dan hanya dikenal sebagai lagu kebangsaan Republik San Marino.
Pada 26 September 2025, pemerintah San Marino menetapkan nama Terra di Libertà, yang berarti Tanah Kebebasan. Nama tersebut diambil dari bagian awal lirik tidak resmi karya Giosuè Carducci, penyair Italia yang menerima Nobel Sastra pada 1906.
Lirik karya Carducci sebelumnya telah diajarkan di sejumlah sekolah dan terkadang dinyanyikan dalam kegiatan informal. Namun, teks tersebut tidak pernah diresmikan sebagai bagian dari lagu kebangsaan.
Karena itu, penetapan nama baru pada 2025 tidak mengubah status komposisinya. Dalam upacara kenegaraan, pertandingan sepak bola, dan acara resmi lainnya, Terra di Libertà tetap dimainkan sebagai musik instrumental.
3. Bosnia dan Herzegovina: Musik Instrumental untuk Menjaga Persatuan
Lagu kebangsaan Bosnia dan Herzegovina digubah oleh Dušan Šestić pada 1998 dan diresmikan pada 2001. Komposisi tersebut dikenal luas dengan nama Intermeco, meskipun nama resminya hanya disebut sebagai lagu kebangsaan Bosnia dan Herzegovina.
Lagu ini menggantikan Jedna si jedina yang sebelumnya menuai keberatan dari sebagian komunitas Serbia dan Kroasia karena dianggap terlalu mencerminkan identitas kelompok Bosniak.
Keputusan menggunakan musik tanpa lirik diambil untuk menghindari perselisihan identitas di negara yang memiliki tiga kelompok etnis utama, yakni Bosniak, Serbia, dan Kroasia.
Pada Februari 2009, sebuah komisi parlemen menerima rancangan lirik yang disusun oleh Šestić bersama Benjamin Isović. Teks tersebut membawa pesan tentang pentingnya melangkah bersama menuju masa depan.
Namun, rancangan itu tidak memperoleh pengesahan parlemen. Salah satu persoalannya adalah teks tersebut tidak menyebutkan dua entitas konstitusional negara, yaitu Federasi Bosnia dan Herzegovina serta Republika Srpska, maupun ketiga kelompok etnis utama.
Upaya lanjutan pada 2016-2018 juga tidak membuahkan hasil. Hingga 2026, lagu kebangsaan Bosnia dan Herzegovina masih dimainkan tanpa lirik resmi.
4. Kosovo: Europa Dipilih untuk Mewakili Keberagaman
Kosovo menetapkan Europa sebagai lagu kebangsaannya pada 11 Juni 2008, beberapa bulan setelah mendeklarasikan kemerdekaan dari Serbia pada 17 Februari 2008.
Komposisi tersebut dibuat oleh Mendi Mengjiqi dan dipilih melalui kompetisi terbuka. Keputusan untuk tidak menyertakan lirik bertujuan agar lagu kebangsaan dapat mewakili masyarakat yang memiliki latar belakang bahasa dan etnis berbeda.
Mayoritas penduduk Kosovo menggunakan bahasa Albania. Namun, terdapat pula komunitas yang menggunakan bahasa Serbia, Bosnia, Turki, Romani, dan bahasa lainnya.
Penggunaan satu bahasa tertentu dalam lirik lagu kebangsaan dikhawatirkan menimbulkan kesan bahwa kelompok tertentu lebih diutamakan dibandingkan kelompok lainnya. Karena itu, musik instrumental dipilih sebagai simbol bersama.
Sebelum memiliki lagu kebangsaan sendiri, Himni i Flamurit, lagu kebangsaan Albania, banyak digunakan dalam kegiatan informal di Kosovo. Lagu tersebut bahkan masih dinyanyikan oleh sebagian masyarakat dalam acara olahraga dan kegiatan sipil.
Sementara itu, Europa digunakan dalam berbagai kegiatan resmi dan kompetisi internasional, termasuk ajang olahraga yang diselenggarakan oleh FIFA.
Pemilihan komposisi tanpa lirik menjadi salah satu cara Kosovo membangun simbol nasional yang tidak terikat pada satu kelompok bahasa tertentu.







