Metapos.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan diam-diam berganti pesawat saat kembali ke Inggris dari KTT NATO di Turki pada bulan lalu.
Keputusan tersebut diambil setelah Trump menerima informasi intelijen mengenai potensi rencana pembunuhan terhadap dirinya.
Laporan awal menyebut Trump semula menggunakan Boeing 747-8 yang merupakan hadiah dari keluarga kerajaan Qatar.
Namun, ia kemudian beralih ke Air Force One yang lebih lama karena pesawat tersebut memiliki sistem pendukung kehidupan dan keamanan yang dinilai lebih canggih.
Pada Senin (10/8/2026), sejumlah media melaporkan detail lain mengenai perjalanan tersebut.
Trump disebut sempat dipindahkan secara diam-diam menggunakan truk katering bandara menuju pesawat militer yang lebih kecil untuk diterbangkan ke Inggris.
Setelah tiba, ia kembali menaiki Air Force One lama untuk menciptakan kesan bahwa pesawat tersebut digunakan sepanjang perjalanan.
Langkah itu kemudian menuai kritik karena jurnalis dan staf administrasi yang ikut dalam perjalanan disebut tidak mengetahui perubahan tersebut.
Sejumlah media menilai kondisi itu berpotensi membahayakan keselamatan mereka.
“umpan yang tidak sadar dan tidak tahu apa-apa yang berada di garis tembak”, kata reporter senior CNN Aaron Blake, dikutip dari berbagai sumber, Kamis (13/8/2026).
Trump pada Selasa (11/8/2026) mengatakan dirinya mengambil keputusan tersebut berdasarkan saran Dinas Rahasia dan militer.
Sebelumnya, Presiden AS Bill Clinton juga pernah menggunakan pesawat umpan ketika melakukan perjalanan ke Pakistan pada 2000, tetapi wartawan yang ikut telah mendapat pengarahan rahasia.
Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt sebelumnya menyatakan Air Force One baru “sangat aman untuk perjalanan presiden”, meski pesawat tersebut masih direncanakan mendapat peningkatan keamanan tambahan.
Polemik ini berlangsung ketika ketegangan AS dan Iran meningkat setelah serangkaian serangan yang menewaskan sejumlah pemimpin Iran, termasuk Ali Khamenei.






