Metapos.id, Jakarta – Harga minyak dunia anjlok lebih dari 4 persen setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan damai dengan Iran. Kabar tersebut langsung meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
Penurunan harga terjadi karena kesepakatan tersebut mencakup rencana pembukaan kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur penting perdagangan minyak global. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati perairan strategis tersebut setiap harinya.
Minyak mentah Brent tercatat turun ke kisaran US$84 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah hingga mendekati US$81 per barel. Kedua acuan harga itu menyentuh level terendah sejak Maret 2026.
Trump menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran telah selesai dan Selat Hormuz akan segera dibuka kembali untuk lalu lintas komersial. Pernyataan tersebut memicu optimisme bahwa risiko gangguan pasokan minyak global akan berkurang secara signifikan.
Kesepakatan damai tersebut dikabarkan menjadi langkah awal menuju penghentian konflik yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Selain gencatan senjata, kedua negara juga akan melanjutkan negosiasi mengenai berbagai isu strategis lainnya.
Pelaku pasar menyambut positif perkembangan diplomatik tersebut karena sebelumnya konflik AS-Iran sempat mendorong harga energi melonjak tajam. Ancaman terhadap jalur distribusi minyak membuat investor khawatir akan terjadinya krisis pasokan berkepanjangan.
Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan bahwa pasar masih akan memantau implementasi kesepakatan yang telah diumumkan. Stabilitas harga minyak ke depan akan bergantung pada keberhasilan pembukaan kembali jalur perdagangan dan keberlanjutan proses negosiasi.
Selain menekan harga minyak, kabar perdamaian juga mendorong penguatan pasar saham global. Investor berharap meredanya ketegangan geopolitik dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan stabilitas pasar keuangan internasional.







