Metapos.id, Jakarta – Novelis Jepang Haruki Murakami menegaskan tidak akan menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam proses menulis karya-karyanya. Menurutnya, sastra harus lahir dari pengalaman, imajinasi, dan emosi manusia.
Murakami menyampaikan pandangannya saat menghadiri sebuah acara sastra di Jepang. Ia mengaku tidak tertarik memanfaatkan AI untuk membantu menulis novel maupun cerita pendek.
Penulis Norwegian Wood itu menilai AI memang mampu menghasilkan tulisan yang baik secara teknis. Namun, teknologi tersebut tidak memiliki pengalaman hidup yang menjadi dasar lahirnya sebuah karya sastra.
Menurut Murakami, proses menulis bukan hanya menyusun kata-kata. Seorang penulis juga harus menuangkan emosi, intuisi, serta cara pandang yang unik terhadap kehidupan.
Ia menambahkan bahwa setiap novel memiliki suara khas dari penulisnya. Karakter tersebut, menurutnya, tidak dapat digantikan oleh teknologi secanggih apa pun.
Meski menolak menggunakan AI untuk berkarya, Murakami tidak sepenuhnya menentang perkembangan teknologi. Ia menganggap AI dapat dimanfaatkan di berbagai bidang, selama tidak menggantikan nilai kreativitas manusia dalam dunia sastra.
Pernyataan Murakami menambah daftar tokoh dunia sastra yang menyuarakan kekhawatiran terhadap penggunaan AI dalam industri kreatif. Perdebatan mengenai batas pemanfaatan teknologi tersebut pun masih terus berlangsung di berbagai negara.







