Monday, September 14, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Mengapa AS Tak Mendukung Reza Pahlavi Memimpin Iran?

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
30 July 2026
in Internasional
AS tak dukung Reza Pahlavi

Reza Pahlavi

Metapos.id, Jakarta – Reza Pahlavi, putra terakhir Shah Iran yang hidup di pengasingan, kembali menjadi sorotan setelah muncul spekulasi mengenai peluangnya memimpin transisi politik di Iran. Namun, Amerika Serikat dikabarkan tidak memberikan dukungan resmi terhadap wacana tersebut.

Reza Pahlavi selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh oposisi paling menonjol terhadap pemerintahan Republik Islam Iran. Meski memiliki pendukung di kalangan diaspora Iran, upayanya memimpin perubahan politik dinilai masih menghadapi banyak hambatan.

BACA JUGA

Saudi Terdesak Houthi, Mengapa Trump Pilih Mundur?

Putin, Xi dan Presiden Iran Bertemu di India

Laporan Reuters menyebutkan bahwa pemerintahan Amerika Serikat, termasuk Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance, memilih menjaga jarak dan tidak secara terbuka mendukung Reza Pahlavi sebagai calon pemimpin baru Iran.

Sikap tersebut didasarkan pada penilaian bahwa Reza Pahlavi belum memiliki dukungan organisasi yang kuat di dalam negeri maupun kemampuan menyatukan kelompok-kelompok oposisi yang selama ini terpecah.

Meski demikian, Reza Pahlavi menegaskan perjuangannya bukan untuk mengembalikan sistem monarki. Ia menyatakan tujuan utamanya adalah membantu masyarakat Iran menuju sistem yang demokratis melalui proses politik yang dipilih rakyat.

Dalam sejumlah kesempatan, Reza Pahlavi juga membantah menerima pendanaan dari pemerintah asing. Ia mengeklaim hanya berupaya menjadi jembatan bagi transisi politik dan pembentukan pemerintahan yang lebih demokratis di Iran.

Di sisi lain, sebagian kalangan oposisi masih mempertanyakan kepemimpinan Reza Pahlavi karena dianggap belum mampu membangun koalisi yang solid. Kondisi tersebut membuat peluangnya memimpin perubahan politik di Iran semakin kompleks.

Hingga kini, belum ada sinyal bahwa Amerika Serikat akan memberikan dukungan politik secara resmi kepada Reza Pahlavi. Situasi tersebut menunjukkan bahwa masa depan kepemimpinan Iran masih dipenuhi ketidakpastian di tengah dinamika politik yang terus berkembang.

Tags: Amerika SerikatDonald TrumpHeadlineIranMetapos.idoposisi Iranpolitik IranReza Pahlavi
Previous Post

Obligasi Perang Kembali Jadi Sorotan, Inggris Pertimbangkan Penerbitan

Next Post

Serangan AS ke Iran Kembali Berlanjut, CENTCOM Ungkap Alasannya

Related Posts

Saudi Terdesak Houthi, Mengapa Trump Pilih Mundur?
Internasional

Saudi Terdesak Houthi, Mengapa Trump Pilih Mundur?

14 September 2026
Putin, Xi Jinping, dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan bertemu di India dalam momentum KTT BRICS di tengah konflik global.
Internasional

Putin, Xi dan Presiden Iran Bertemu di India

11 September 2026
Kapal feri M/V June Aster terbakar di perairan Palawan, Filipina. Lima orang tewas dan puluhan lainnya masih dalam pencarian.
Internasional

Feri Terbakar di Filipina, 5 Tewas

10 September 2026
Pakar meragukan klaim Donald Trump bahwa perang AS-Iran akan berakhir setelah pemilu sela Amerika Serikat pada November 2026.
Internasional

Pakar Ragukan Perang Iran Berakhir Usai Pemilu AS

10 September 2026
Kasus Ebola di Kongo mencapai 6.757 dengan 3.267 kematian sejak awal wabah. Inggris menyalurkan bantuan untuk memperkuat penanganan.
Internasional

Wabah Ebola Kongo Capai 3.267 Kematian

10 September 2026
Sebanyak 110 warga negara asing yang menjadi buron Interpol diketahui bersembunyi di Korea Selatan, dengan kasus penipuan menjadi pelanggaran terbanyak.
Internasional

110 Buron Interpol Terdeteksi Bersembunyi di Korea Selatan

9 September 2026
Next Post
serangan AS ke Iran

Serangan AS ke Iran Kembali Berlanjut, CENTCOM Ungkap Alasannya

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini