Metapos.id, Jakarta – Indonesia masih tercatat sebagai negara dengan harga bahan bakar minyak (BBM) termurah di kawasan ASEAN berdasarkan data terbaru Juni 2026. Posisi tersebut membuat harga BBM domestik relatif lebih terjangkau dibandingkan sejumlah negara tetangga.
Harga BBM di Indonesia saat ini masih didukung oleh berbagai kebijakan pemerintah yang bertujuan menjaga daya beli masyarakat. Langkah tersebut turut membantu menekan dampak fluktuasi harga energi global terhadap konsumen dalam negeri.
Dalam daftar terbaru, harga bensin di Indonesia berada di bawah Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, hingga Singapura. Perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh kebijakan subsidi, struktur pajak, serta mekanisme penentuan harga di masing-masing negara.
Malaysia masih menjadi salah satu negara dengan harga BBM yang relatif rendah berkat kebijakan subsidi pemerintah. Namun, harga bahan bakar di Indonesia tetap lebih kompetitif dibandingkan sebagian besar negara ASEAN lainnya.
Sementara itu, Singapura tercatat sebagai negara dengan harga BBM tertinggi di kawasan. Tingginya harga bahan bakar di negara tersebut dipengaruhi oleh pajak kendaraan, biaya operasional, dan minimnya skema subsidi energi.
Kenaikan harga minyak mentah dunia dalam beberapa waktu terakhir turut memberikan tekanan terhadap harga BBM di berbagai negara. Meski demikian, Indonesia masih mampu menjaga stabilitas harga melalui kombinasi kebijakan energi dan fiskal.
Pemerintah terus memantau perkembangan pasar energi global untuk memastikan pasokan dan harga BBM tetap terkendali. Langkah ini dinilai penting guna menjaga stabilitas ekonomi dan menekan laju inflasi nasional.
Dengan harga yang masih tergolong rendah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya, Indonesia mempertahankan posisinya sebagai salah satu negara dengan biaya bahan bakar paling terjangkau di kawasan. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat sehari-hari.







