Wednesday, October 21, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Hampir Empat Tahun Berlalu, Mengapa Konflik Rusia–Ukraina Masih Berlarut?

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
4 December 2025
in Internasional
Hampir Empat Tahun Berlalu, Mengapa Konflik Rusia–Ukraina Masih Berlarut?

Metapos.id, Jakarta — Hampir empat tahun sejak serangan Rusia ke Ukraina dimulai pada 24 Februari 2022, konflik bersenjata di kawasan tersebut belum memperlihatkan tanda-tanda mereda. Berbagai upaya diplomasi, termasuk pertemuan yang difasilitasi Amerika Serikat, belum mampu menghasilkan kesepakatan damai permanen.

Ketegangan kembali mencuat setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa Moskow yakin akan keluar sebagai pemenang jika negara-negara NATO berani melakukan konfrontasi langsung. Pernyataan itu mengindikasikan bahwa konflik kemungkinan masih akan berlanjut dan berpotensi memakan korban lebih banyak.

BACA JUGA

Elon Musk Siapkan Saham SpaceX untuk 70 Juta Anak

Serangan Houthi Rusak Rumah dan Kendaraan di Najran

Upaya gencatan senjata pun kembali menemui jalan buntu ketika pembicaraan antara perwakilan Putin dan utusan Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, pada Selasa (2/12), tidak menghasilkan titik temu.

Berikut dua faktor utama yang membuat konflik Rusia–Ukraina sulit berakhir.

1. Dukungan Militer Berkelanjutan dari NATO

Para analis International Crisis Group menilai bantuan senjata dan dukungan politik dari negara-negara Barat memperpanjang durasi konflik. NATO terus memasok peralatan militer canggih untuk memperkuat pertahanan Ukraina, sekaligus melatih pasukan mereka.

Keanggotaan Finlandia di NATO semakin memperluas jaringan negara yang mendukung Kyiv. Uni Eropa tak hanya mengoordinasikan pengiriman bantuan militer, tetapi juga mengembangkan kerja sama pengadaan senjata demi memperkuat kemampuan Ukraina dan pertahanan kawasan.

Meski begitu, Rusia tetap menunjukkan ketahanan militernya, termasuk dugaan dukungan alat perang dari Korea Utara. Kremlin meyakini bahwa apabila mereka bertahan cukup lama, dukungan Barat terhadap Ukraina akan melemah sehingga memaksa Kyiv menerima kesepakatan damai yang merugikan, termasuk kemungkinan menyerahkan sebagian wilayah.

2. Keuntungan Ekonomi dari Industri Senjata

Konflik ini juga memicu lonjakan permintaan senjata global. Perusahaan-perusahaan produsen senjata mencatat keuntungan besar, terutama setelah meningkatnya eskalasi di Ukraina dan di Gaza.

Menurut data AFP, pendapatan 100 produsen senjata terbesar dunia mencapai US$679 miliar (sekitar Rp11.304 triliun) pada tahun ini. SIPRI juga melaporkan peningkatan pendapatan hingga 26 persen dalam kurun 2015–2024, dipicu oleh permintaan senjata yang melonjak tajam.

“Tahun lalu, pendapatan industri senjata global mencapai rekor tertinggi,” kata Lorenzo Scarazzato, peneliti SIPRI, menggambarkan bagaimana perusahaan-perusahaan terus memanfaatkan kondisi perang untuk meningkatkan laba meskipun produksi terkadang terhambat.

Tags: konflikMetapos.idNATORusiaSenjataUkrainaVladimir Putin
Previous Post

Traveloka Rilis 12 Destinasi Liburan Akhir Tahun Favorit Keluarga, Sekaligus Promo 12.12 Super Sale

Next Post

Harga Beras di Aceh Melonjak hingga Rp33 Ribu per Kg, Pemerintah Kirim Pasokan Darurat

Related Posts

Elon Musk berencana membagikan masing-masing satu saham SpaceX kepada setiap anak di Amerika Serikat pada 2027, dengan nilai total diproyeksikan mencapai Rp157 triliun.
Internasional

Elon Musk Siapkan Saham SpaceX untuk 70 Juta Anak

20 October 2026
Proyektil yang diluncurkan kelompok Houthi menghantam permukiman di Najran, Arab Saudi, menyebabkan enam warga terluka serta merusak rumah dan kendaraan.
Internasional

Serangan Houthi Rusak Rumah dan Kendaraan di Najran

20 October 2026
Pakistan menyatakan siap memberikan dukungan kepada Arab Saudi untuk menghadapi serangan Houthi, dengan menegaskan komitmen terhadap kedaulatan dan keamanan kerajaan.
Internasional

Pakistan Tegaskan Komitmen Bela Kedaulatan Arab Saudi

20 October 2026
Putin Usul Trump dan Xi Jinping Bahas Perang Rusia-Ukraina
Internasional

Putin Usul Trump dan Xi Jinping Bahas Perang Rusia-Ukraina

19 October 2026
Kutu Busuk di Kabin Pesawat, Penerbangan Qantas dari Roma Batal
Internasional

Kutu Busuk di Kabin Pesawat, Penerbangan Qantas dari Roma Batal

18 October 2026
AFC Awards 2026: Daftar Nominasi Pemain hingga Pelatih
Internasional

Paus Leo Minta Putin Izinkan Evakuasi Warga Ukraina

17 October 2026
Next Post
Harga Beras di Aceh Melonjak hingga Rp33 Ribu per Kg, Pemerintah Kirim Pasokan Darurat

Harga Beras di Aceh Melonjak hingga Rp33 Ribu per Kg, Pemerintah Kirim Pasokan Darurat

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini