Wednesday, July 22, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Hampir Empat Tahun Berlalu, Mengapa Konflik Rusia–Ukraina Masih Berlarut?

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
4 December 2025
in Internasional
Hampir Empat Tahun Berlalu, Mengapa Konflik Rusia–Ukraina Masih Berlarut?

Metapos.id, Jakarta — Hampir empat tahun sejak serangan Rusia ke Ukraina dimulai pada 24 Februari 2022, konflik bersenjata di kawasan tersebut belum memperlihatkan tanda-tanda mereda. Berbagai upaya diplomasi, termasuk pertemuan yang difasilitasi Amerika Serikat, belum mampu menghasilkan kesepakatan damai permanen.

Ketegangan kembali mencuat setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa Moskow yakin akan keluar sebagai pemenang jika negara-negara NATO berani melakukan konfrontasi langsung. Pernyataan itu mengindikasikan bahwa konflik kemungkinan masih akan berlanjut dan berpotensi memakan korban lebih banyak.

BACA JUGA

Buaya Nil Bakal Jadi Pengaman Penjara? Ini Rencana Kontroversial Israel

Argentina Libur Nasional Usai Gagal Juara Piala Dunia 2026, Ini Alasan Presiden Milei

Upaya gencatan senjata pun kembali menemui jalan buntu ketika pembicaraan antara perwakilan Putin dan utusan Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, pada Selasa (2/12), tidak menghasilkan titik temu.

Berikut dua faktor utama yang membuat konflik Rusia–Ukraina sulit berakhir.

1. Dukungan Militer Berkelanjutan dari NATO

Para analis International Crisis Group menilai bantuan senjata dan dukungan politik dari negara-negara Barat memperpanjang durasi konflik. NATO terus memasok peralatan militer canggih untuk memperkuat pertahanan Ukraina, sekaligus melatih pasukan mereka.

Keanggotaan Finlandia di NATO semakin memperluas jaringan negara yang mendukung Kyiv. Uni Eropa tak hanya mengoordinasikan pengiriman bantuan militer, tetapi juga mengembangkan kerja sama pengadaan senjata demi memperkuat kemampuan Ukraina dan pertahanan kawasan.

Meski begitu, Rusia tetap menunjukkan ketahanan militernya, termasuk dugaan dukungan alat perang dari Korea Utara. Kremlin meyakini bahwa apabila mereka bertahan cukup lama, dukungan Barat terhadap Ukraina akan melemah sehingga memaksa Kyiv menerima kesepakatan damai yang merugikan, termasuk kemungkinan menyerahkan sebagian wilayah.

2. Keuntungan Ekonomi dari Industri Senjata

Konflik ini juga memicu lonjakan permintaan senjata global. Perusahaan-perusahaan produsen senjata mencatat keuntungan besar, terutama setelah meningkatnya eskalasi di Ukraina dan di Gaza.

Menurut data AFP, pendapatan 100 produsen senjata terbesar dunia mencapai US$679 miliar (sekitar Rp11.304 triliun) pada tahun ini. SIPRI juga melaporkan peningkatan pendapatan hingga 26 persen dalam kurun 2015–2024, dipicu oleh permintaan senjata yang melonjak tajam.

“Tahun lalu, pendapatan industri senjata global mencapai rekor tertinggi,” kata Lorenzo Scarazzato, peneliti SIPRI, menggambarkan bagaimana perusahaan-perusahaan terus memanfaatkan kondisi perang untuk meningkatkan laba meskipun produksi terkadang terhambat.

Tags: konflikMetapos.idNATORusiaSenjataUkrainaVladimir Putin
Previous Post

Traveloka Rilis 12 Destinasi Liburan Akhir Tahun Favorit Keluarga, Sekaligus Promo 12.12 Super Sale

Next Post

Harga Beras di Aceh Melonjak hingga Rp33 Ribu per Kg, Pemerintah Kirim Pasokan Darurat

Related Posts

Rodri Ukir Kisah Inspiratif usai Bawa Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Internasional

Buaya Nil Bakal Jadi Pengaman Penjara? Ini Rencana Kontroversial Israel

21 July 2026
Argentina Libur Nasional Usai Gagal Juara Piala Dunia 2026, Ini Alasan Presiden Milei
Internasional

Argentina Libur Nasional Usai Gagal Juara Piala Dunia 2026, Ini Alasan Presiden Milei

20 July 2026
Spesifikasi BYD Fang Cheng Bao Formula S, EV Sport Berjarak Tempuh 900 Km
Internasional

Jepang Akan Kirim Peralatan Militer ke Kamboja untuk Pertama Kalinya

20 July 2026
Dokter Ungkap Tanda Awal Penyakit Liver yang Sering Disangka GERD
Internasional

AS Disebut Dukung Arab Saudi Perkaya Uranium, Ini Faktanya

19 July 2026
Polemik Spanduk Falkland, Gedung Putih Dukung Argentina Meski FIFA Bersiap Bertindak
Internasional

Polemik Spanduk Falkland, Gedung Putih Dukung Argentina Meski FIFA Bersiap Bertindak

19 July 2026
FIFA Resmi Tunjuk Slavko Vinčić Pimpin Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina
Internasional

FIFA Resmi Tunjuk Slavko Vinčić Pimpin Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina

19 July 2026
Next Post
Harga Beras di Aceh Melonjak hingga Rp33 Ribu per Kg, Pemerintah Kirim Pasokan Darurat

Harga Beras di Aceh Melonjak hingga Rp33 Ribu per Kg, Pemerintah Kirim Pasokan Darurat

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini