Metapos.id, Jakarta – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 akan diarahkan untuk lebih melindungi dan memuliakan kelompok rentan, terutama perempuan serta jemaah lanjut usia (lansia).
Hal tersebut disampaikan Dahnil saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 Hijriah yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan para petugas haji agar meneladani pesan-pesan kemanusiaan Rasulullah SAW yang disampaikan dalam Khutbah Haji Wada.
Dahnil menjelaskan, dalam Haji Wada, Nabi Muhammad SAW secara tegas menekankan pentingnya menjaga dan memuliakan perempuan. Pesan tersebut, menurutnya, memiliki relevansi kuat untuk dijadikan pijakan dalam penyelenggaraan ibadah haji di masa kini.
Ia menambahkan, haji terakhir Rasulullah SAW mengandung nilai-nilai keadilan sosial dan kepedulian terhadap sesama yang harus diimplementasikan dalam kebijakan serta pelayanan haji Indonesia, khususnya pada musim haji 2026.
Berdasarkan data jemaah haji Indonesia, Dahnil mengungkapkan bahwa lebih dari separuh jemaah merupakan perempuan. Sementara itu, sekitar seperempat jemaah tergolong lansia, dengan mayoritas di antaranya juga perempuan.
“Kondisi ini menjadi dasar bagi kami untuk tidak hanya menguatkan program Haji Ramah Lansia, tetapi juga menghadirkan Haji Ramah Perempuan sebagai bentuk keberpihakan yang nyata,” ujarnya.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan penyelenggaraan ibadah haji lebih sensitif terhadap kebutuhan jemaah, bersifat protektif, serta memiliki perspektif gender yang kuat.
“Presiden secara langsung menekankan bahwa haji tahun 2026 harus bersifat afirmatif, berpihak kepada perempuan dan juga kepada jemaah lansia,” kata Dahnil.
Sebagai langkah konkret, komposisi petugas haji tahun 2026 turut disesuaikan dengan semangat tersebut. Dahnil menyebutkan, sebanyak 33 persen petugas haji tahun ini merupakan perempuan, angka tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan haji Indonesia.
Menurutnya, kehadiran petugas perempuan bukan hanya bersifat simbolis, melainkan sangat penting untuk memastikan jemaah perempuan dan lansia mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, serta tetap menjunjung tinggi martabat mereka.













