Sunday, November 8, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Guterres Minta Negara Perkuat Pengawasan Risiko AI

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
24 September 2026
in Tek & Oto
Anthony Hudson Bidik Gelar FIFA ASEAN Cup 2026

Metapos.id, Jakarta – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan langkah bersama untuk mengelola berbagai risiko kecerdasan buatan (AI), termasuk melalui pembentukan Kerangka Kerja Manajemen Risiko AI multilateral.

Seruan tersebut disampaikan Guterres dalam pidato pembukaan Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81.

BACA JUGA

Elon Musk Perluas Bisnis Starlink ke Jaringan Seluler 5G

Canva Pangkas 1.271 Karyawan dalam Perombakan Organisasi

“Selama berabad-abad, kekuatan berasal dari wilayah. Kemudian industri. Lalu keuangan. Kini, kekuatan semakin bersumber dari data, kapasitas komputasi, dan algoritma. Kekuatan baru ini sangat terkonsentrasi. Perkembangannya sangat cepat, serta melaju mendahului kemampuan kita untuk memahami seluruh dampaknya,” ujar Guterres.

Menurut Guterres, persoalan utama bukan terletak pada teknologi AI itu sendiri, melainkan penggunaan teknologi tanpa akuntabilitas, kemampuan tanpa pengawasan, serta pengambilan keputusan tanpa transparansi.

Ia menilai pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melindungi masyarakat dan negara dengan kemampuan AI terbesar memiliki tanggung jawab lebih besar terhadap umat manusia.

Guterres juga membandingkan kebutuhan pengelolaan risiko AI dengan mekanisme yang dibangun negara-negara rival selama Perang Dingin untuk mengurangi kesalahpahaman, mengelola eskalasi, dan mencegah bencana terkait persenjataan nuklir.

“Negara-negara yang memimpin revolusi teknologi ini harus berbagi informasi mengenai risiko keselamatan yang muncul, bekerja sama dalam pengujian dan evaluasi, serta mengupayakan langkah pengamanan bersama untuk melindungi kita semua,” ucapnya.

Menurut dia, koordinasi global diperlukan karena dampak AI dirasakan oleh seluruh negara dan PBB menjadi wadah bagi setiap negara untuk terlibat dalam pembahasan masa depan teknologi tersebut.

Melalui Global Digital Compact, Dialog Tata Kelola AI Global, serta Panel Ilmiah Internasional Independen tentang AI, PBB telah membangun sejumlah mekanisme untuk mendukung tata kelola AI berbasis kerja sama dan bukti.

Guterres menyebut negara-negara anggota PBB perlu mendorong pengembangan AI secara bertanggung jawab serta membentuk Kerangka Kerja Manajemen Risiko AI multilateral dengan pengawasan yang kredibel dan independen.

“AI harus dibentuk oleh umat manusia, bersama umat manusia, dan demi kepentingan seluruh umat manusia. Anak-anak tidak boleh dijadikan objek uji coba bagi sistem yang berjalan tanpa aturan. Keputusan hidup-mati tidak boleh diserahkan kepada mesin. Robot-robot pembunuh tidak boleh memiliki tempat dalam masa depan kita,” tandasnya.

Tags: AIantonio guterresGlobal Digital CompactHeadlinekecerdasan buatanMetaposPBBrisiko AItata kelola AI
Previous Post

Petrokimia Gresik Bawa Inovasi Hijau ke Forum PBB

Next Post

Abdul Mu’ti Ungkap Dana BOS Bisa Bayar Guru Non-ASN

Related Posts

Elon Musk Perluas Bisnis Starlink ke Jaringan Seluler 5G
Tek & Oto

Elon Musk Perluas Bisnis Starlink ke Jaringan Seluler 5G

6 November 2026
Canva Pangkas 1.271 Karyawan dalam Perombakan Organisasi
Tek & Oto

Canva Pangkas 1.271 Karyawan dalam Perombakan Organisasi

5 November 2026
Cedera Rahang Membaik, Emiliano Martinez Siap Kembali ke Chelsea
Tek & Oto

SpaceX Siapkan Puluhan Ribu Menara 5G di Amerika Serikat

5 November 2026
Waspada SMS of Death, Android Bisa Restart Terus-Menerus
Tek & Oto

Waspada SMS of Death, Android Bisa Restart Terus-Menerus

3 November 2026
Samsung dikabarkan akan menghadirkan kembali kamera bawah layar pada ponsel lipat terbarunya tahun depan, dengan tantangan kualitas foto selfie.
Tek & Oto

Kamera Tersembunyi Bakal Hadir di Galaxy Z Fold Terbaru

2 November 2026
Tiongkok menyiapkan misi pendaratan berawak di Bulan dengan skema dua peluncuran yang melibatkan Long March-10, Mengzhou, dan Lanyue.
Tek & Oto

Tiongkok Ungkap Strategi Dua Peluncuran ke Bulan

2 November 2026
Next Post
Abdul Mu’ti Ungkap Dana BOS Bisa Bayar Guru Non-ASN

Abdul Mu'ti Ungkap Dana BOS Bisa Bayar Guru Non-ASN

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini