Thursday, September 24, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Guterres Minta Negara Perkuat Pengawasan Risiko AI

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
24 September 2026
in Tek & Oto
Anthony Hudson Bidik Gelar FIFA ASEAN Cup 2026

Metapos.id, Jakarta – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan langkah bersama untuk mengelola berbagai risiko kecerdasan buatan (AI), termasuk melalui pembentukan Kerangka Kerja Manajemen Risiko AI multilateral.

Seruan tersebut disampaikan Guterres dalam pidato pembukaan Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81.

BACA JUGA

Ini Syarat Mobil Listrik Sebelum Naik Kapal

PBB Gandeng Google Lawan Disinformasi AI

“Selama berabad-abad, kekuatan berasal dari wilayah. Kemudian industri. Lalu keuangan. Kini, kekuatan semakin bersumber dari data, kapasitas komputasi, dan algoritma. Kekuatan baru ini sangat terkonsentrasi. Perkembangannya sangat cepat, serta melaju mendahului kemampuan kita untuk memahami seluruh dampaknya,” ujar Guterres.

Menurut Guterres, persoalan utama bukan terletak pada teknologi AI itu sendiri, melainkan penggunaan teknologi tanpa akuntabilitas, kemampuan tanpa pengawasan, serta pengambilan keputusan tanpa transparansi.

Ia menilai pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melindungi masyarakat dan negara dengan kemampuan AI terbesar memiliki tanggung jawab lebih besar terhadap umat manusia.

Guterres juga membandingkan kebutuhan pengelolaan risiko AI dengan mekanisme yang dibangun negara-negara rival selama Perang Dingin untuk mengurangi kesalahpahaman, mengelola eskalasi, dan mencegah bencana terkait persenjataan nuklir.

“Negara-negara yang memimpin revolusi teknologi ini harus berbagi informasi mengenai risiko keselamatan yang muncul, bekerja sama dalam pengujian dan evaluasi, serta mengupayakan langkah pengamanan bersama untuk melindungi kita semua,” ucapnya.

Menurut dia, koordinasi global diperlukan karena dampak AI dirasakan oleh seluruh negara dan PBB menjadi wadah bagi setiap negara untuk terlibat dalam pembahasan masa depan teknologi tersebut.

Melalui Global Digital Compact, Dialog Tata Kelola AI Global, serta Panel Ilmiah Internasional Independen tentang AI, PBB telah membangun sejumlah mekanisme untuk mendukung tata kelola AI berbasis kerja sama dan bukti.

Guterres menyebut negara-negara anggota PBB perlu mendorong pengembangan AI secara bertanggung jawab serta membentuk Kerangka Kerja Manajemen Risiko AI multilateral dengan pengawasan yang kredibel dan independen.

“AI harus dibentuk oleh umat manusia, bersama umat manusia, dan demi kepentingan seluruh umat manusia. Anak-anak tidak boleh dijadikan objek uji coba bagi sistem yang berjalan tanpa aturan. Keputusan hidup-mati tidak boleh diserahkan kepada mesin. Robot-robot pembunuh tidak boleh memiliki tempat dalam masa depan kita,” tandasnya.

Tags: AIantonio guterresGlobal Digital CompactHeadlinekecerdasan buatanMetaposPBBrisiko AItata kelola AI
Previous Post

Petrokimia Gresik Bawa Inovasi Hijau ke Forum PBB

Next Post

Abdul Mu’ti Ungkap Dana BOS Bisa Bayar Guru Non-ASN

Related Posts

Kemenhub menetapkan syarat kendaraan listrik sebelum naik kapal, termasuk baterai wajib 30-50 persen dan larangan mengisi daya selama pelayaran.
Tek & Oto

Ini Syarat Mobil Listrik Sebelum Naik Kapal

18 September 2026
PBB bekerja sama dengan Google mengintegrasikan data statistik global melalui UN System Data Commons untuk meningkatkan akses dan akurasi AI.
Tek & Oto

PBB Gandeng Google Lawan Disinformasi AI

18 September 2026
BYD
Tek & Oto

BYD Pesan 10 Kapal Angkut Mobil Baru

14 September 2026
Google meluncurkan ADB Wi-Fi 2.0 dengan koneksi lebih cepat dan stabil, serta peningkatan otomatisasi jaringan untuk perangkat Android.
Tek & Oto

Google Hadirkan ADB Wi-Fi 2.0 Lebih Stabil

12 September 2026
Apple memperkenalkan iPhone Duo sebagai iPhone lipat pertamanya dengan layar 7,6 inci, kamera 48MP, chip A20 Pro, dan harga Rp55,1 juta.
Tek & Oto

Apple Ungkap Spesifikasi Lengkap iPhone Duo

11 September 2026
Pemerintah AS menyalurkan pinjaman USD1,9 miliar untuk mengaktifkan kembali PLTN Duane Arnold di Iowa yang akan mendukung kebutuhan listrik data center Google.
Tek & Oto

AS Suntik USD1,9 Miliar untuk Hidupkan PLTN

9 September 2026
Next Post
Abdul Mu’ti Ungkap Dana BOS Bisa Bayar Guru Non-ASN

Abdul Mu'ti Ungkap Dana BOS Bisa Bayar Guru Non-ASN

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini