Metapos.id, Jakarta – Aktivitas Gunung Semeru terus menunjukkan peningkatan pada Senin, 4 Mei 2026. Gunung ini terletak di perbatasan Malang dan Lumajang, Jawa Timur.
Sejak pagi, Semeru sudah mengalami puluhan kali letusan kecil. Oleh sebab itu, petugas intensif memantau perkembangan aktivitasnya.
Petugas pos pengamatan, Sigit Rian Alfian, melaporkan salah satu letusan terjadi pukul 07.44 WIB. Saat itu, kolom abu menjulang hingga sekitar 1.200 meter di atas puncak.
Selain itu, letusan tersebut juga memicu guguran awan panas. Awan panas itu meluncur sejauh kurang lebih 1,2 kilometer dari pusat erupsi.
Sementara itu, kolom abu tampak berwarna putih hingga kelabu. Ketebalannya cukup tinggi dan bergerak ke arah barat daya.
Di sisi lain, alat pemantau gempa mencatat amplitudo maksimum mencapai 12 mm. Durasi aktivitas letusan berlangsung lebih dari tiga menit.
Berdasarkan data Badan Geologi, Semeru mencatat 14 kali erupsi sejak pukul 05.38 WIB. Tinggi letusan bervariasi, mulai 500 hingga 1.200 meter di atas puncak.
Saat ini, status gunung berada pada Level III atau Siaga. Oleh karena itu, petugas melarang aktivitas di sektor tenggara, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer.
Selain itu, warga juga diminta menjauhi area sempadan sungai sejauh 500 meter. Hal ini penting karena potensi lahar dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.
Petugas turut mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah. Area tersebut berisiko terkena lontaran material pijar.
Namun demikian, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan. Risiko lain meliputi awan panas, aliran lava, serta lahar di aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.







