Saturday, September 5, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Digugat Rp23 Kuadriliun, Meta Berisiko Bangkrut Jika Kalah di Pengadilan

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
19 August 2026
in Tek & Oto

BACA JUGA

TCL C7L Bawa 1.352 Precise Dimming Zones ke Indonesia

Eks Pegawai Meta Kritik Uang Damai Rp280 Triliun

Metapos.id, Jakarta – Meta menghadapi persidangan atas gugatan sejumlah negara bagian Amerika Serikat terkait tuduhan pelanggaran keselamatan dan privasi anak serta dampak media sosial terhadap kesehatan mental pengguna di bawah umur.

Jika kalah, perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg tersebut berpotensi menghadapi tuntutan ganti rugi hingga US$1,4 triliun atau sekitar Rp23 kuadriliun.

Kasus yang disidangkan di pengadilan federal Oakland, California, melibatkan California, Colorado, Kentucky, dan New Jersey sebagai bagian dari gugatan yang mencakup 29 negara bagian sejak 2023.

Para penggugat menuduh Meta sengaja merancang Facebook dan Instagram agar anak-anak serta remaja terus menggunakan platform tersebut selama mungkin, termasuk melalui fitur gulir tanpa batas dan algoritma yang mendorong penggunaan kompulsif.

“Meta telah memanfaatkan teknologi canggih dan belum pernah terjadi sebelumnya untuk memikat, melibatkan, dan pada akhirnya menjerat kaum muda dan remaja. Motifnya adalah keuntungan, dan berupaya memaksimalkan keuntungan finansialnya,” demikian bunyi gugatan tersebut, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (18/08/2026).

Gugatan itu juga menuduh Meta mengumpulkan informasi pribadi anak di bawah 13 tahun tanpa persetujuan orang tua sebagaimana diwajibkan dalam COPPA.

“Meta tidak memperoleh – atau bahkan berupaya memperoleh – persetujuan orang tua yang dapat diverifikasi sebelum mengumpulkan informasi pribadi anak-anak di Instagram dan Facebook,” demikian pernyataan dalam gugatan tersebut.

Selain persoalan privasi, penggugat menilai Meta mengetahui produknya dapat membahayakan kesehatan mental pengguna muda, tetapi tetap mengutamakan keterlibatan dan keuntungan.

Meta sebelumnya membantah tuduhan tersebut dan menyatakan kesehatan mental remaja dipengaruhi berbagai faktor.

“Kesehatan mental remaja sangat kompleks dan tidak dapat dikaitkan dengan satu aplikasi saja,” kata juru bicara perusahaan.

Meta juga menegaskan akan terus membela diri dalam menghadapi gugatan tersebut.

“Kami akan terus membela diri dengan gigih karena setiap kasus berbeda, dan kami tetap yakin dengan rekam jejak kami dalam melindungi remaja secara daring,” sambungnya.

Dalam pengajuan pengadilan bulan lalu, Meta turut menilai potensi sanksi US$1,4 triliun sebagai nominal yang belum memiliki padanan dalam sejarah penegakan perlindungan konsumen.

Tags: Facebookgugatan MetaHeadlineInstagramkesehatan mental anakMark ZuckerbergMetaMetapos.idprivasi anak
Previous Post

Gunung Bromo Dibuka Kembali Setelah Kebakaran Padam

Next Post

Kalah 1-2, Thailand Tetap Singkirkan Singapura dan Melaju ke Final AFF 2026

Related Posts

TCL C7L SQD Mini LED hadir di Indonesia dengan 1.352 Precise Dimming Zones, HDR 3.000 nits, gamut warna hingga 100% BT.2020, dan audio Bang & Olufsen.
Tek & Oto

TCL C7L Bawa 1.352 Precise Dimming Zones ke Indonesia

4 September 2026
Gedung Meta Indonesia (Foto: Ig/faqih.dh)
Tek & Oto

Eks Pegawai Meta Kritik Uang Damai Rp280 Triliun

3 September 2026
John Ternus VP Apple. (Foto/Apple Gallery)
Tek & Oto

Jadi CEO Apple, Berapa Gaji John Ternus?

3 September 2026
iPhone 18, iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, Apple, Dynamic Island,
Tek & Oto

iPhone 18 Pro Siap dengan Kamera Baru

3 September 2026
Wikimania Paris 2026 mempertemukan 1.200 relawan Wikimedia untuk membahas masa depan pengetahuan terbuka di tengah perkembangan AI dan ancaman terhadap informasi.
Tek & Oto

Wikimania Paris 2026 Bahas Masa Depan Pengetahuan

28 August 2026
AI Grok
Tek & Oto

Respons Grok Mendadak Bikin Pengguna X Bingung

26 August 2026
Next Post
thailand

Kalah 1-2, Thailand Tetap Singkirkan Singapura dan Melaju ke Final AFF 2026

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini