Wednesday, July 15, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Cerita di Balik Bayi 1,5 Tahun Hipotermia di Gunung Ungaran

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
14 April 2026
in Nasional
Cerita di Balik Bayi 1,5 Tahun Hipotermia di Gunung Ungaran

Screenshot

Metapos.id, Jakarta – Bayi hipotermia Gunung Ungaran menjadi sorotan publik setelah insiden yang terjadi pada Sabtu, 11 April 2026. Kejadian ini melibatkan balita usia 1,5 tahun yang mengalami hipotermia saat dibawa mendaki.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Gunung Ungaran, Semarang, Jawa Tengah, saat kondisi cuaca mulai berubah. Kabut dan gerimis mulai turun ketika pendakian masih berlangsung.

BACA JUGA

Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah Dikritik, KPK Tegaskan Hormati Proses Hukum

TNI AL Siapkan Lanal Lampung Sambut Kedatangan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

Kronologi kejadian diungkap oleh salah satu relawan yang berada di lokasi. Ia mengaku sempat berpapasan dengan pasangan suami istri yang membawa balita tersebut saat perjalanan menuju puncak.

Menurut keterangan relawan, sang ayah tetap melanjutkan pendakian meski telah disarankan untuk turun. Kondisi cuaca yang mulai gerimis tidak diindahkan dan pendakian tetap dilanjutkan.

Sekitar siang hari, hujan mulai turun dan kondisi semakin memburuk. Relawan melihat sang ibu turun lebih dulu tanpa membawa anak maupun suaminya.

Tak lama kemudian, sang ayah terlihat turun sambil menggendong balita tanpa mengenakan jas hujan. Tim di lokasi langsung menyiapkan tenda untuk memberikan perlindungan.

Saat berada di dalam tenda, bayi hipotermia Gunung Ungaran terlihat gemetar akibat kedinginan. Tim relawan dan Basarnas segera melakukan penanganan untuk menstabilkan kondisi tubuh balita.

Setelah mendapatkan penanganan, kondisi balita berangsur membaik dan suhu tubuh kembali normal. Balita tersebut kemudian dibawa turun dari gunung dengan pendampingan tim Basarnas.

Tags: bayi hipotermia gunung ungarangunung ungaranHeadlinehipotermia balitaMetapos.idpendakian gunungsemarang mountain race
Previous Post

BTN Jakim 2026 Dorong Ekonomi Moncer

Next Post

Denda Rp755 Miliar KPPU ke Pindar Picu Polemik

Related Posts

Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah Dikritik, KPK Tegaskan Hormati Proses Hukum
Nasional

Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah Dikritik, KPK Tegaskan Hormati Proses Hukum

14 July 2026
AS Roma Buka Negosiasi dengan Manchester United demi Alejandro Garnacho
Nasional

TNI AL Siapkan Lanal Lampung Sambut Kedatangan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

14 July 2026
Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Resmi Jadi Tersangka
Nasional

Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Resmi Jadi Tersangka

14 July 2026
Setelah Kontroversi Penjual Es Teh, Gus Miftah Kini Disebut dalam Sidang Korupsi Proyek Kereta
Nasional

Setelah Kontroversi Penjual Es Teh, Gus Miftah Kini Disebut dalam Sidang Korupsi Proyek Kereta

14 July 2026
KPK Buka Suara soal Kasus Amplop Menhut Raja Juli Antoni, Bantah Dipengaruhi Politik
Nasional

KPK Buka Suara soal Kasus Amplop Menhut Raja Juli Antoni, Bantah Dipengaruhi Politik

14 July 2026
Catat! Magang Nasional 2026 Mulai Dibuka Pekan Ini, Kuota Capai 150 Ribu Peserta
Nasional

Catat! Magang Nasional 2026 Mulai Dibuka Pekan Ini, Kuota Capai 150 Ribu Peserta

14 July 2026
Next Post
Denda Rp755 Miliar KPPU ke Pindar Picu Polemik

Denda Rp755 Miliar KPPU ke Pindar Picu Polemik

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini