Thursday, September 10, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

BPS: Inflasi RI 0,08 Persen pada Oktober 2024

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
1 November 2024
in Ekbis
Inflasi Juli Tembus 4,94 Persen, Tertinggi Sejak Oktober 2015

Jakarta, Metapos.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia mengalami inflasi 0,08 persen (month-to-month/mtm) pada Oktober 2024.

“Terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,93 pada September 2024 menjadi 106,01 pada Oktober 2024,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Jumat 1 November.

BACA JUGA

Bagus Wahyu Trianto Dorong SMKN 71 Selaraskan Kurikulum dengan Kebutuhan Industri

Menkeu Ungkap BNPB Punya Dana Siap Pakai Rp950 Miliar

Dengan perkembangan tersebut, inflasi tahunan mencapai 1,71 persen (year-on-year/yoy) dan inflasi tahun kalender 0,82 persen.

“Tingkat inflasi tahun ke tahun pada Oktober 2024 adalah sebesar 1,71 persen atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen dari 104,23 pada Oktober 2023 menjadi 106,01 pada Oktober 2024,” ucapnya.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan didorong oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan inflasi sebesar 2,35 persen dan memberikan andil 0,67 persen terhadap inflasi umum.

Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah beras dan sigaret keretek mesin (SKM) yang masing-masing sebesar 0,15 persen dan 0,13 persen. Komoditas lain yang juga memberikan andil inflasi cukup besar adalah kopi bubuk, minyak goreng, bawang merah, dan gula pasir.

Adapun inflasi tahunan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,20 persen dengan andil 0,06 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,60 persen dengan andil 0,10 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,08 persen dengan andil 0,06 persen; lalu kelompok kesehatan 1,71 persen dengan andil 0,05 persen.

Kemudian yaitu kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 1,53 persen dengan andil 0,03 persen; kelompok pendidikan 1,90 persen dengan andil 0,11 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,36 persen dengan andil 0,23 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,06 persen dengan andil 0,43 persen.

Terkait komoditas lain di luar kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang turut memberikan andil inflasi cukup signifikan adalah emas perhiasan dan nasi dengan lauk, masing-masing sebesar 0,35 persen dan 0,06 persen.

Inflasi tahunan juga terjadi pada seluruh komponen. Mulai dari komponen inti mengalami inflasi tahunan 2,21 persen dengan andil 1,42 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen ini antara lain adalah emas perhiasan, kopi bubuk, nasi dengan lauk, minyak goreng, dan gula pasir.

Untuk komponen harga diatur pemerintah, mengalami inflasi tahunan sebesar 0,77 persen dengan andil 0,15 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah SKM, sigaret kretek tangan, dan sigaret putih mesin.

Pada komponen harga bergejolak, mengalami inflasi 0,89 persen dengan andil inflasi 0,14 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah beras, bawang merah, bawang putih, dan telur ayam ras.

“Secara tahunan, seluruh provinsi mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Papua Tengah yaitu sebesar 4,19 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kepulauan Bangka Belitung sebesar 0,22 persen,” kata dia.

Tags: BpsInflasiMetapos.id
Previous Post

Cita-Cita Indofarma jadi Produsen Obat Herbal Terganjal Kasus Korupsi

Next Post

Erick Thohir Yakin Target Dividen Rp90 Triliun Bakal Tercapai

Related Posts

Bagus Wahyu Trianto Dorong SMKN 71 Selaraskan Kurikulum dengan Kebutuhan Industri
Ekbis

Bagus Wahyu Trianto Dorong SMKN 71 Selaraskan Kurikulum dengan Kebutuhan Industri

9 September 2026
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Ekbis

Menkeu Ungkap BNPB Punya Dana Siap Pakai Rp950 Miliar

9 September 2026
Program Pestani Bawang Merah Nyawiji Petrokimia Gresik mendorong produktivitas bawang merah Nganjuk hingga 20 ton per hektare atau naik 12 persen.
Ekbis

Petrokimia Gresik Dorong Produktivitas Bawang Merah Nganjuk

9 September 2026
SRO pasar modal menyalurkan bantuan sarana teknologi untuk Universitas Khairun dan cold storage tenaga surya bagi nelayan Rua, Maluku Utara.
Ekbis

Pasar Modal Salurkan Bantuan Teknologi dan Cold Storage di Maluku Utara

7 September 2026
Ekonom Bambang Brodjonegoro menilai integrasi ekosistem jalan tol penting untuk memperlancar konektivitas dan menekan biaya logistik Indonesia.
Ekbis

Bambang Brodjonegoro Dorong Integrasi Ekosistem Jalan Tol

7 September 2026
Transaksi timah ekspor melalui JFX mencapai 4.210 lot senilai Rp4,06 triliun sepanjang Agustus 2026, memperkuat fondasi menuju BMKS 2027.
Ekbis

Transaksi Timah di JFX Tembus Rp4 Triliun pada Agustus 2026

4 September 2026
Next Post
Erick Thohir Klaim Keuangan BUMN Semakin Sehat

Erick Thohir Yakin Target Dividen Rp90 Triliun Bakal Tercapai

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini