Metapos.id, Jakarta — Otoritas Meksiko meningkatkan pengamanan di berbagai wilayah setelah tewasnya gembong narkoba Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, yang dikenal dengan nama El Mencho, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG). Ia tewas dalam operasi militer di Jalisco pada Minggu (22/2) waktu setempat.
Kematian El Mencho memicu lonjakan aksi kekerasan di sejumlah wilayah, khususnya di Jalisco dan daerah sekitarnya. Laporan di lapangan menyebutkan adanya pembakaran kendaraan serta pemblokiran jalan raya oleh kelompok bersenjata di beberapa negara bagian.
Gubernur Jalisco, Pablo Lemus Navarro, menetapkan status darurat “kode merah”, menghentikan sementara operasional transportasi umum, serta menginstruksikan warga untuk tetap berada di dalam rumah demi menjaga keselamatan.
Situasi tersebut juga mendapat perhatian Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, yang mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga negaranya di Meksiko. Warga AS diminta untuk berlindung di tempat, menunda perjalanan, dan membatasi aktivitas di luar rumah hingga kondisi dinyatakan aman.
Dalam imbauannya, otoritas AS juga meminta warga untuk menghindari kerumunan, meningkatkan kewaspadaan lingkungan, mengikuti perkembangan informasi melalui media lokal, serta mematuhi arahan aparat keamanan setempat.
Sejumlah wilayah ditetapkan sebagai area rawan, termasuk Jalisco (Guadalajara, Puerto Vallarta, Chapala), Tamaulipas (Reynosa), serta beberapa kawasan di Michoacán, Guerrero, dan Nuevo León.
Kementerian Pertahanan Nasional Meksiko mengonfirmasi bahwa El Mencho mengalami luka serius saat operasi militer di Tapalpa, Jalisco, sebelum akhirnya meninggal dunia ketika dalam perjalanan udara menuju Mexico City.
Sebagai pimpinan CJNG, El Mencho dikenal sebagai salah satu tokoh kejahatan terkuat di Meksiko. Selama bertahun-tahun ia berhasil menghindari penangkapan, meskipun pemerintah Amerika Serikat sempat menawarkan imbalan besar bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapannya.












