Metapos.id, Jakarta – Luka di sudut bibir sering dianggap sebagai masalah ringan yang akan sembuh dengan sendirinya. Padahal, kondisi yang dikenal sebagai angular cheilitis ini dapat menimbulkan rasa nyeri dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Angular cheilitis merupakan peradangan yang terjadi pada satu atau kedua sudut bibir. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kemerahan, kulit pecah-pecah, bengkak, hingga munculnya luka yang terasa perih.
Salah satu kebiasaan yang sering menjadi pemicu adalah menjilat bibir. Meski terasa dapat melembapkan, air liur justru membuat bibir semakin kering setelah menguap dari permukaan kulit.
Selain membuat bibir kering, kebiasaan menjilat bibir dapat meningkatkan risiko iritasi. Kelembapan berlebih di sudut mulut juga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur dan bakteri.
Faktor lain yang dapat memicu angular cheilitis adalah kekurangan nutrisi tertentu. Defisiensi vitamin B, zat besi, dan zinc diketahui dapat memengaruhi kemampuan kulit untuk memperbaiki diri.
Cuaca kering dan paparan bahan iritan juga berkontribusi terhadap munculnya luka pada bibir. Beberapa produk bibir atau pasta gigi tertentu dapat memicu iritasi pada orang yang sensitif.
Untuk mencegah bibir terluka, penting menjaga kelembapan bibir dengan menggunakan lip balm yang sesuai. Selain itu, kebutuhan cairan tubuh juga harus terpenuhi agar bibir tidak mudah kering dan pecah-pecah.
Apabila luka di sudut bibir tidak membaik dalam satu hingga dua minggu, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan. Penanganan yang tepat dapat membantu mengatasi penyebab utama dan mencegah kondisi menjadi lebih parah.







