Metapos.id, Jakarta – Wabah Ebola kembali menjadi perhatian dunia setelah jumlah kasus di Republik Demokratik Kongo terus meningkat. Otoritas kesehatan setempat melaporkan bahwa jumlah kasus terkonfirmasi kini telah melampaui 500 kasus.
Berdasarkan data terbaru, jumlah kasus Ebola yang terkonfirmasi mencapai 515 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 91 orang dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi virus mematikan tersebut.
Kementerian Kesehatan Republik Demokratik Kongo juga mencatat adanya 117 kasus suspek yang masih dalam pemantauan. Selain itu, ratusan pasien lainnya masih menjalani perawatan dan isolasi di fasilitas kesehatan.
Laporan kesehatan menunjukkan sebagian besar pasien mulai mengalami gejala pada pertengahan hingga akhir Mei 2026. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya penularan yang cukup luas dari sumber infeksi yang sama.
Pusat penyebaran wabah saat ini berada di Provinsi Ituri dan sejumlah wilayah di Kivu Utara. Otoritas kesehatan memperingatkan bahwa penularan komunitas masih berlangsung dengan cepat di daerah terdampak.
Upaya pengendalian wabah menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Pelacakan kontak yang belum optimal, keterbatasan fasilitas kesehatan, serta kurangnya sumber daya menjadi hambatan utama dalam penanganan kasus.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO bersama Africa CDC telah meluncurkan rencana darurat senilai 518 juta dolar AS untuk membantu menekan penyebaran wabah. Program tersebut juga mencakup peningkatan kesiapsiagaan negara-negara tetangga yang berisiko terdampak.
Wabah yang disebabkan oleh galur Bundibugyo ini disebut sebagai salah satu yang paling serius dalam sejarah Kongo. Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa jumlah kasus dapat terus bertambah apabila langkah pengendalian tidak segera diperkuat.







