Metapos.id, Jakarta – Apple mengungkap keberhasilannya memerangi aktivitas berbahaya di ekosistem digital sepanjang 2025 dengan memanfaatkan kombinasi peninjauan manusia dan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Melalui laporan terbaru yang dirilis di Apple Newsroom pada Senin (25/5/2026), perusahaan menyebut telah menolak lebih dari 2 juta pengajuan aplikasi bermasalah serta memblokir lebih dari 1,1 miliar pembuatan akun palsu.
Apple menegaskan bahwa keamanan pengguna menjadi prioritas utama perusahaan, terutama melalui layanan App Store yang dibangun berdasarkan prinsip keamanan dan kepercayaan bagi pengguna maupun pengembang aplikasi.
Menurut Apple, perkembangan dunia digital turut diiringi meningkatnya metode penipuan yang dilakukan pelaku kejahatan siber, mulai dari penggunaan jaringan bot untuk membuat akun palsu, spam, manipulasi ulasan aplikasi, hingga penyebaran perangkat lunak berbahaya.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Apple terus memperkuat sistem pertahanan berlapis dengan memadukan pengawasan manusia dan teknologi machine learning guna mendeteksi serta menghentikan aktivitas berbahaya secara cepat.
Sepanjang 2025, Apple mengklaim berhasil mencegah lebih dari 2,2 miliar transaksi yang berpotensi fraud. Angka tersebut menambah total transaksi mencurigakan yang berhasil diblokir menjadi lebih dari 11,2 miliar dalam enam tahun terakhir.
Selain itu, perusahaan juga mengambil langkah tegas terhadap aplikasi bermasalah dan akun pengembang mencurigakan demi menjaga keamanan pengguna serta menciptakan ekosistem aplikasi yang sehat bagi pengembang resmi.
Saat ini, App Store tercatat melayani lebih dari 850 juta pengunjung setiap minggu di 175 toko aplikasi di seluruh dunia.
Dalam upaya memberantas akun palsu, tim Trust and Safety Apple pada 2025 berhasil menolak 1,1 miliar pembuatan akun pelanggan palsu serta menonaktifkan tambahan 40,4 juta akun karena terindikasi melakukan penipuan dan penyalahgunaan layanan.
Apple juga menghentikan sekitar 193 ribu akun pengembang karena dugaan aktivitas fraud dan menolak lebih dari 138 ribu pendaftaran pengembang baru yang dianggap berisiko.
Untuk menekan penyebaran software berbahaya, Apple turut mendeteksi dan memblokir sekitar 28 ribu aplikasi ilegal yang tersebar di toko aplikasi bajakan. Aplikasi tersebut mencakup malware, aplikasi pornografi, aplikasi perjudian, hingga versi bajakan dari aplikasi legal yang tersedia di App Store.
Dalam satu bulan terakhir saja, Apple mengaku telah menggagalkan 2,9 juta upaya instalasi atau peluncuran aplikasi ilegal yang didistribusikan di luar App Store maupun marketplace aplikasi alternatif yang tidak disetujui.







