JAKARTA, Metapos.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan masyarakat di wilayah terdampak bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap memperoleh layanan kesehatan. Upaya tersebut dilakukan meski sejumlah daerah mengalami kendala akses dan sulit dijangkau.
Untuk menjangkau lokasi yang terisolasi, Kemenkes mengerahkan tenaga kesehatan secara langsung ke titik-titik yang belum memungkinkan dilakukan evakuasi. Dengan langkah tersebut, korban dapat memperoleh pemeriksaan dan pengobatan tanpa harus menunggu proses pemindahan ke fasilitas kesehatan.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan tenaga medis diturunkan ke sejumlah lokasi yang sulit dijangkau untuk memberikan penanganan langsung kepada warga terdampak.
“Selain dievakuasi, kita datangkan tenaga kesehatan langsung di tempat-tempat yang sudah susah terevakuasi tersebut. Langsung dilakukan pengobatan di tempat,” kata Dante dikutip dari berbagai Sumber Kamis (27/08/26).
Sementara itu, korban yang masih memungkinkan dipindahkan dievakuasi menuju fasilitas kesehatan terdekat. Proses evakuasi dilakukan menggunakan helikopter maupun melalui jalur darat, menyesuaikan kondisi di lapangan.
Dante juga menyampaikan bahwa sejumlah warga terdampak bencana telah menjalani proses persalinan selama masa penanganan. Kondisi para pasien terus dipantau melalui komunikasi dan koordinasi antartenaga kesehatan.
“Yang melahirkan sudah banyak. Kita di-update di WA Group, ini melahirkan, ini melahirkan,” ujar Dante.
Menurut Dante, koordinasi antarpetugas terus dilakukan untuk memantau kondisi korban sekaligus memastikan pelayanan di rumah sakit lapangan tetap berjalan. Informasi mengenai pasien dan kebutuhan medis diperbarui secara berkala.
“Koordinasi antarpetugas terus dilakukan secara intensif untuk memastikan kondisi korban dan pelayanan rumah sakit lapangan tetap terpantau. Pelayanan pengobatan bagi masyarakat terdampak hingga kini masih berjalan dengan aman dan mencukupi,” kata Dante.
Kemenkes menempatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil dan terisolasi sebagai salah satu prioritas dalam penanganan bencana di NTT. Langkah tersebut dilakukan agar korban tetap memperoleh pertolongan medis meskipun akses menuju fasilitas kesehatan mengalami hambatan.






