Metapos.id, Headline – Panitia Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan 557 pemilik hak suara yang dinyatakan memenuhi syarat setelah proses verifikasi daftar pemilih tetap (DPT).
Jumlah tersebut dinilai telah mencukupi kuorum untuk pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU yang dijadwalkan dibuka di Jombang pada Kamis (27/08/2026).
“DPT sudah ditetapkan, sebanyak 557. Totalnya 590, jadi sekitar 97 persen. Dari sisi kuorum, aman,” kata Rais Syuriyah PBNU sekaligus Sekretaris Steering Committee Muktamar Ke-35 NU Mohammad Nuh, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (26/08/2026).
Verifikasi dilakukan terhadap data kepengurusan PWNU, PCNU, dan PCINU yang menjadi peserta muktamar.
Data tersebut meliputi identitas rais syuriyah, katib syuriyah, ketua, sekretaris, serta masa berlaku SK kepengurusan.
Setiap PCNU, PWNU, dan PCINU mengirimkan empat perwakilan yang terdiri dari rais syuriyah, katib syuriyah, ketua, dan sekretaris berdasarkan data kepengurusan yang telah diverifikasi.
Sekitar tiga persen kepengurusan tidak masuk DPT karena tidak memenuhi persyaratan administrasi, antara lain akibat pengurus meninggal dunia atau data kepengurusan belum diperbarui.
Persoalan pembaruan data juga lebih kompleks di PCINU karena sebagian pengurus merupakan mahasiswa yang berada di luar negeri.
Muktamar Ke-35 NU akan digelar secara luring di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Perwakilan PCINU yang telah terverifikasi akan hadir langsung dan tidak mengikuti pemungutan suara melalui mekanisme daring maupun hibrida.
Para muktamirin mulai berdatangan dan melakukan registrasi pada Rabu (26/08/2026), sementara pembukaan muktamar pada Kamis akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Panitia juga menyiapkan kartu khusus berbasis cip untuk mengatur akses peserta sekaligus memastikan kepesertaan terverifikasi dan mencegah manipulasi akses selama kegiatan.







