Sunday, April 12, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Nasional

Ahli Kesehatan Anak: Program Makan Bergizi Gratis Perlu Sinergi Semua Pihak untuk Maksimalkan Manfaatnya

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
9 October 2025
in Nasional
Ahli Kesehatan Anak: Program Makan Bergizi Gratis Perlu Sinergi Semua Pihak untuk Maksimalkan Manfaatnya

Metapos.id, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dijalankan sejak Januari 2025 memiliki tujuan utama untuk memperbaiki asupan gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting. Namun, dalam pelaksanaannya, program ini menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait insiden keamanan pangan di beberapa daerah yang berdampak pada ribuan penerima manfaat.

 

BACA JUGA

Batas Puasa Syawal 2026 Jatuh 18 April, Ini Penjelasannya

Pendaftaran SNBT 2026 Berlangsung, Catat Jadwal dan Tahapannya

Berbagai kalangan menilai program MBG perlu dievaluasi agar pelaksanaannya semakin aman dan efektif. Sejumlah pakar kesehatan serta lembaga swadaya masyarakat turut memberikan masukan untuk memastikan tujuan mulia program ini tercapai.

 

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), M.Trop Paed, menegaskan bahwa program MBG tetap harus dijalankan karena memiliki dampak positif besar terhadap kesehatan masyarakat. “Program ini bagus dan tujuannya baik, jadi tidak seharusnya dihentikan. Hanya saja, pelaksanaannya harus bertahap, tepat sasaran, dan dilakukan dengan hati-hati. Jika terjadi insiden keamanan pangan, itu harus jadi bahan evaluasi,” jelasnya.

 

Prof. Hinky mengungkapkan bahwa inisiatif serupa sebenarnya sudah pernah ada sejak 1981 melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dijalankan lewat Puskesmas. Berdasarkan pengalamannya selama puluhan tahun di bidang kesehatan anak, ia menekankan pentingnya pelaksanaan program secara profesional dengan memperhatikan aspek keamanan pangan.

 

“Program sebesar ini harus dijalankan secara profesional. Prinsip food safety (keamanan pangan) adalah hal utama. Semua elemen masyarakat pada dasarnya siap membantu jika pelaksanaannya transparan dan terarah,” tambahnya.

 

Hasil survei Indonesian Social Survey (ISS) pada Agustus lalu juga menunjukkan dukungan publik terhadap program ini. Dari 2.200 responden di seluruh Indonesia, 77 persen menyatakan bahwa program MBG memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Direktur Penelitian ISS, Kadek Dwita, menyarankan agar pelaksanaan MBG dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Ia juga menekankan perlunya peningkatan kualitas pelaksanaan agar program ini selaras dengan kebijakan ekonomi yang memperkuat kesejahteraan keluarga.

 

Tidak hanya berfokus di wilayah perkotaan, program MBG turut menjangkau daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Di Papua Tengah, misalnya, program ini tidak hanya menyasar siswa sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

 

Tokoh masyarakat Papua, Nikolas Demetouw, menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG di wilayahnya dilakukan secara bertahap. Hingga Agustus 2025, sudah ada 101 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Papua.

 

Para ahli menilai, agar MBG benar-benar menjadi investasi jangka panjang bagi generasi masa depan, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor dalam hal komunikasi, evaluasi, dan monitoring.

 

“Kalau kesejahteraan masyarakat meningkat, berarti indikator keberhasilan MBG tercapai. Tapi ini proses yang tidak bisa instan. Pemerintah harus terus berkoordinasi dengan daerah, ahli, dan masyarakat agar pelaksanaannya transparan dan terarah. Ini pekerjaan besar, tapi sangat mulia,” tutup Prof. Hinky.

Tags: Makan Bergizi GratisMBGMetapos.idPemberian Makanan TambahanProf. HinkyProgram mbg
Previous Post

Perempuan Asal Riau Ditemukan Tak Bernyawa di Danau Maninjau, Diduga Bunuh Diri

Next Post

Pemerintah Ambil Langkah Cepat Cegah Insiden Keamanan Pangan Terulang di Program MBG

Related Posts

Batas Puasa Syawal 2026 Jatuh 18 April, Ini Penjelasannya
Nasional

Batas Puasa Syawal 2026 Jatuh 18 April, Ini Penjelasannya

11 April 2026
Pendaftaran SNBT 2026 Berlangsung, Catat Jadwal dan Tahapannya
Nasional

Pendaftaran SNBT 2026 Berlangsung, Catat Jadwal dan Tahapannya

11 April 2026
Polemik Ijazah, Jokowi Tegaskan Siap Tunjukkan di Pengadilan
Nasional

Polemik Ijazah, Jokowi Tegaskan Siap Tunjukkan di Pengadilan

11 April 2026
IRGC Tetapkan Rute Baru di Selat Hormuz Usai Gencatan Senjata
Nasional

DPR Pertimbangkan Larangan Vape Masuk RUU Narkotika

10 April 2026
Gencatan Senjata Bukan Akhir, Bamsoet Soroti Dampak Konflik Iran–Israel
Nasional

Gencatan Senjata Bukan Akhir, Bamsoet Soroti Dampak Konflik Iran–Israel

10 April 2026
Penggeledahan Kejati DKI di Kementerian PU, 15 Penyidik Turun ke Lapangan
Nasional

Penggeledahan Kejati DKI di Kementerian PU, 15 Penyidik Turun ke Lapangan

9 April 2026
Next Post
Pemerintah Ambil Langkah Cepat Cegah Insiden Keamanan Pangan Terulang di Program MBG

Pemerintah Ambil Langkah Cepat Cegah Insiden Keamanan Pangan Terulang di Program MBG

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini