Metapos.id, Jakarta – Ade Armando menanggapi rencana kunjungan politik Joko Widodo ke sejumlah wilayah di Indonesia. Ia meminta agenda tersebut tidak terlalu identik dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Menurut Ade, kemunculan Jokowi bersama kader PSI secara terus-menerus dapat memunculkan anggapan soal politik keluarga. Karena itu, ia menilai mantan presiden tersebut perlu menjaga jarak secara simbolik dengan partai tersebut.
Ade menegaskan isu dinasti politik masih menjadi perhatian publik. Selain itu, masyarakat berpotensi melihat safari politik itu sebagai upaya memperkuat pengaruh keluarga dalam politik nasional.
Ia berpandangan Jokowi lebih tepat tampil sebagai figur nasional yang independen. Dengan cara itu, dukungan publik terhadap PSI dinilai bisa tumbuh lebih natural.
Namun, Ade mengingatkan kedekatan yang terlalu terlihat justru dapat memicu penolakan dari sebagian masyarakat. Meski demikian, ia percaya Jokowi memahami dampak politik dari situasi tersebut.
Sementara itu, PSI menyatakan kesiapan mendampingi Jokowi dalam agenda kunjungan ke berbagai daerah usai kondisi kesehatannya membaik. Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus, mengatakan Jokowi akan bertemu relawan dan sejumlah tokoh masyarakat.
Selain menghadiri pertemuan dengan relawan, Jokowi juga dijadwalkan menyambangi pengurus PSI di beberapa wilayah. PSI menyebut agenda itu sebagai bagian dari komunikasi politik dan silaturahmi kebangsaan.
Bestari turut menyampaikan bahwa PSI berencana menempatkan Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina partai. Namun, pengumuman resminya masih menunggu keputusan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.
Di sisi lain, dukungan Jokowi terhadap PSI sudah terlihat sejak Kongres PSI 2025 di Solo. Dalam kesempatan itu, Jokowi menyatakan kesiapannya membantu penguatan partai hingga tingkat daerah.






