Sunday, November 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Ada Ancaman La Nina, Freeport Pastikan Sistem Pertambangannya Aman

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
23 August 2024
in Ekbis
Ada Ancaman La Nina, Freeport Pastikan Sistem Pertambangannya Aman

Jakarta , Metapos.id – PT Freeport Indonesia (PTFI) buka suara terkait persiapan perusahaannya terhadap ancaman risiko cuaca ekstrem seperti La Nina.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas mengatakan, sejatinya di wilayah pertambangannya di Tembagapura memang memiliki curah hujan yang cukup tinggi.

BACA JUGA

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

“Itu kan curah hujannya kira-kira di wilayah kerja kita sekitar 12.000 milimeter ya jadi memang walaupun enggak ada La Nina curah hujannya sudah tinggi sekali,” ujarnya kepada awak media di Gedung Kementerian ESDM, Kamis, 22 Agustus.

Untuk itu, menurutnya sistem pertambangan dan mitigasi cuaca ekstrem di PTFI sudah dilakukan. Apalagi, kata dia, tantang yang dihadapi PTFI dalam proses kegiatan pertambangannya adalah faktor alam dengan curah hujan yang sangat tinggi.

Menurutnya, wilayah pertambangan PTFI di Tembagapura telah dilengkapi dengan sistem aliran sungai dan sistem pipa yang memadai sehingga tidak diperlukan adanya rekayasa cuaca untuk menghadapi fenomena La Nina.

“Kalau kami tidak merencanakan itu (rekayasa cuaca) karena kita di ketinggian 4000-an meter. Suasananya dan kontur alamnya agak beda dengan daerah lain,” pungkas Tony.

Sebelumya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), memprediksi fenomena La Nina akan mulai berdampak di Indonesia pada Agustus 2024, ditandai dengan peningkatan curah hujan.

Tags: Metapos.idPertambanganPT Freeport Indonesia
Previous Post

Kemitraan Strategis: Fujifilm Indonesia Bekerja Sama dengan Kemenkes RI untuk Eliminasi TB

Next Post

Ekonomi Terhambat jika RI Tak Lakukan Transisi Energi

Related Posts

Media Gathering Pasar Modal 2026
Ekbis

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

31 October 2026
BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas
Ekbis

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

30 October 2026
Cristiano Ronaldo Kini Koleksi 985 Gol Sepanjang Karier
Ekbis

Konser Andrea Bocelli Dinilai Bisa Dongkrak Pariwisata Indonesia

30 October 2026
CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi
Ekbis

CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi

29 October 2026
Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026
Ekbis

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

29 October 2026
BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP
Ekbis

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

28 October 2026
Next Post
Ekonom Sebut Ekonomi Indonesia Masih Baik-Baik Saja

Ekonomi Terhambat jika RI Tak Lakukan Transisi Energi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini