Metapos.id, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mendorong pembaruan Stasiun Gambir di Jakarta Pusat melalui program revitalisasi yang terintegrasi dengan penataan kawasan Monumen Nasional (Monas). Rencana tersebut menjadi salah satu agenda pengembangan fasilitas publik setelah Prabowo menggelar pertemuan dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Stasiun Gambir menjadi perhatian khusus pemerintah mengingat fasilitas tersebut belum mendapatkan pembaruan besar sejak 1970-an.
“Revitalisasi Stasiun Gambir yang sejak 1970-an belum pernah direnovasi. Stasiun Gambir diharapkan bisa menjadi pusat stasiun nasional sekaligus kawasan hiburan, wisata, dan rekreasi keluarga di jantung Ibu Kota,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (6/11/2026).
Penataan tidak hanya menyasar fasilitas perkeretaapian. Pemerintah juga berencana mempercantik kawasan Monas agar lebih representatif, nyaman, dan menarik sebagai ruang publik, tanpa menghilangkan nilai sejarah yang melekat pada kawasan tersebut.
Salah satu proyek yang turut masuk dalam rencana pengembangan adalah pembangunan Museum Agung Nasional atau *Grand National Museum*. Kehadiran museum berskala besar ini diharapkan dapat memperluas fungsi kawasan Monas sebagai pusat pembelajaran sejarah sekaligus destinasi rekreasi.
“Setelah selesainya revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Gajah, Bapak Presiden ingin Indonesia memiliki museum berskala besar yang menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi, khususnya bagi para pelajar dan generasi muda,” tutur Teddy.
Prabowo Dorong Pembangunan Kereta Api di Bali
Selain proyek infrastruktur di Jakarta, pemerintah juga menyiapkan pengembangan transportasi berbasis rel di Pulau Bali. Prabowo mengarahkan agar pembangunan layanan kereta api di provinsi tersebut mulai dipersiapkan untuk menunjang mobilitas masyarakat dan wisatawan.
Pada tahap pertama, jalur kereta direncanakan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan sejumlah pusat pariwisata. Rute yang masuk dalam rencana awal mencakup Kuta, Legian, Seminyak, Canggu, hingga kawasan Bali bagian utara.
“Pada tahap awal, jalur tersebut direncanakan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan sejumlah kawasan wisata, mulai dari Kuta, Legian, Seminyak, hingga Canggu, serta kawasan di wilayah utara,” kata Teddy.
Teddy menambahkan, berbagai rencana pembangunan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu infrastruktur dan pelayanan kepada masyarakat. Pengembangan transportasi dan fasilitas wisata juga diharapkan memberikan manfaat lebih luas bagi Indonesia.
“Bapak Presiden berkeinginan agar revitalisasi kawasan Monas, stasiun Gambir, pembangunan Grand Museum, serta pengembangan layanan kereta api di Bali tidak hanya menghadirkan fasilitas publik yang lebih baik, tapi juga menjadi nation pride atau kebanggaan nasional,” imbuh Teddy.






