Metapos.id, Jakarta – orang bisa mengalami kecemasan, misalnya ketika menghadapi ujian, terjebak kemacetan, atau menunggu kabar penting. Namun, kecemasan sesaat perlu dibedakan dari gangguan kecemasan yang membutuhkan penanganan profesional.
Psikiater David Merrill dari Pacific Neuroscience Institute menjelaskan bahwa kecemasan dapat memengaruhi kondisi mental sekaligus memicu berbagai reaksi fisik. Seseorang bisa merasa mudah lelah, gelisah, mudah marah, hingga kesulitan mengendalikan emosi.
Reaksi tersebut berkaitan dengan sistem alarm alami tubuh yang aktif ketika otak mendeteksi ancaman. Hormon stres seperti kortisol dan adrenalin dapat meningkat, sehingga tubuh bersiap menghadapi situasi yang dianggap berbahaya.
Berikut enam reaksi fisik yang dapat muncul saat seseorang mengalami kecemasan:
1. Detak jantung meningkat
Kecemasan dapat mengaktifkan respons melawan atau lari (fight or flight). Kondisi ini membuat detak jantung dan tekanan darah meningkat untuk mempersiapkan tubuh bereaksi terhadap ancaman.
2. Tubuh menggigil atau berkeringat
Kecemasan dapat memengaruhi pengaturan suhu tubuh. Akibatnya, seseorang bisa mengalami keringat berlebih, menggigil, atau merasakan kedua kondisi tersebut secara bersamaan.
3. Napas terasa sesak
Ketika kecemasan meningkat, seseorang dapat mengalami jantung berdebar dan kesulitan bernapas, terutama saat mengalami serangan panik. Namun, sesak napas juga bisa menandakan kondisi medis lain sehingga tidak boleh langsung dianggap sebagai akibat kecemasan.
4. Perut terasa mual
Hubungan antara otak dan sistem pencernaan membuat tekanan emosional dapat memicu gangguan pada perut. Gejalanya bisa berupa mual, perut terasa tidak nyaman, atau sensasi seperti ada sesuatu yang menggelitik di dalam perut.
5. Sembelit atau diare
Respons stres dapat mengubah aktivitas sistem pencernaan. Sebagian orang mengalami sembelit, sementara yang lain mengalami diare, perut kembung, sering buang angin, hingga kram perut.
6. Kesemutan dan nyeri otot
Kecemasan dapat memicu sensasi kesemutan pada tangan atau kaki, serta ketegangan otot yang menimbulkan rasa nyeri. Keluhan juga dapat muncul di area leher, rahang, dan punggung bawah.
Untuk membantu meredakan kecemasan, seseorang dapat mencoba latihan pernapasan, yoga, atau tai chi yang menggabungkan gerakan dan pengaturan napas. Jika gejala terus berulang atau mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.







