Sunday, October 4, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Empat ABK Diduga Dianiaya di Kapal Cumi

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
4 October 2026
in Nasional
Upah ART Asing di Hong Kong Naik

Metapos.id, Jakarta – Polres Pelabuhan Tanjung Priok menyelidiki dugaan penganiayaan terhadap empat anak buah kapal (ABK) KM Maulana 23 yang diduga mengalami kekerasan setelah tidak memenuhi target tangkapan.

Kasus tersebut terungkap setelah patroli siber kepolisian menemukan konten viral yang memperlihatkan dugaan kekerasan terhadap ABK pada Kamis (1/10/2026), kemudian penyelidikan dilanjutkan menggunakan metode scientific crime investigation.

BACA JUGA

Masih Bekerja? Saldo JHT Ternyata Bisa Dicairkan

Masuk Istana Bikin Perannya Dipertanyakan, Rocky Gerung Beri Penjelasan

Polisi menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk mengidentifikasi salah satu korban bernama Ilhash Shalahuddin, yang diketahui berangkat bersama Octavian Maghreza, Johan Saputra, dan Syawal Suswono dari Dermaga Pelabuhan Muara Baru menuju Merauke pada akhir Juli 2026.

Dalam penyelidikan, polisi menemukan dugaan bahwa salah satu korban sebelumnya disebut mengalami sakit beri-beri dan dirawat di Rumah Sakit Dobo, Kepulauan Aru, tetapi ternyata tidak mendapatkan perawatan medis seperti yang disampaikan kepada keluarga.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri mengatakan polisi menduga kekerasan terhadap para ABK berkaitan dengan target tangkapan sekitar tiga kilogram cumi per hari, meski dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan pengumpulan data faktual.

“Kalau enggak salah 3 kilo ya, 3 kilo sehari harus tercapai. Kalau tidak, dugaan sementara ya, masih dugaan sementara. Sebanyak 3 kilo harus tercapai, kalau tidak tercapai, maka akan dilakukan tindakan-tindakan tertentu. Tapi, ini harus kita dapatkan bukti dan data yang faktual,” kata Alrasyidin, dikutip dari berbagai sumber, Minggu (4/10/2026).

Polisi kemudian berkoordinasi dengan Polres Kepulauan Aru dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengevakuasi keempat korban dan memastikan mereka mendapatkan penanganan fisik serta mental.

Selain menyelamatkan korban, kepolisian bersama KKP mengamankan KM Maulana 23 untuk kepentingan penyelidikan, sementara jumlah pihak yang diduga terlibat masih didalami karena kapal tersebut diperkirakan membawa sekitar 14 ABK.

Polisi juga mendalami kemungkinan adanya unsur tindak pidana perdagangan orang (TPPO), termasuk menelusuri proses perekrutan para korban dan pihak yang bertanggung jawab atas keberangkatan mereka.

Alrasyidin menegaskan penyidik akan menentukan pihak yang bertanggung jawab berdasarkan bukti dan fakta yang ditemukan dalam proses penyelidikan.

Tags: ABKHeadlinekapal cumiKkpKM Maulana 23Metapospenganiayaan ABKPolres Pelabuhan Tanjung Priok
Previous Post

Spanyol Sapu Bersih, Inggris Cetak Rekor

Next Post

Bentrok Warga dan Pekerja China Pecah di Morowali, Ada Apa?

Related Posts

Masih Bekerja? Saldo JHT Ternyata Bisa Dicairkan
Nasional

Masih Bekerja? Saldo JHT Ternyata Bisa Dicairkan

4 October 2026
Masuk Istana Bikin Perannya Dipertanyakan, Rocky Gerung Beri Penjelasan
Nasional

Masuk Istana Bikin Perannya Dipertanyakan, Rocky Gerung Beri Penjelasan

3 October 2026
Kapolri Suyudi Gerak Cepat, 88 Pati dan Pamen Dimutasi
Nasional

Kapolri Suyudi Gerak Cepat, 88 Pati dan Pamen Dimutasi

3 October 2026
Pramono Ungkap Kunci Jakarta Unggul dari New York Soal Transportasi
Nasional

Pramono Ungkap Kunci Jakarta Unggul dari New York Soal Transportasi

3 October 2026
Dari Guru yang Sama, Lahir Tiga Ideologi Berbeda
Nasional

Dari Guru yang Sama, Lahir Tiga Ideologi Berbeda

3 October 2026
Balai Kota Jakarta Dibuka untuk Publik Lewat Program Namu Balai Kota
Nasional

Balai Kota Jakarta Dibuka untuk Publik Lewat Program Namu Balai Kota

2 October 2026
Next Post
Bentrok Warga dan Pekerja China Pecah di Morowali, Ada Apa?

Bentrok Warga dan Pekerja China Pecah di Morowali, Ada Apa?

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini