Metapos.id, Jakarta — Delapan pucuk senjata api jenis SS1 P1 diamankan oleh TNI dari kelompok bersenjata di Papua. Senjata tersebut sebelumnya disebut telah direbut dari satuan TNI.
Informasi mengenai penyitaan itu disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto. Ia menyebut laporan tersebut diterima dari Pangkogabwilhan.
“Tadi laporan dari Pangkogabwilhan sudah mendapatkan 8 pucuk senjata. Ada jenis SS1 P1 yang direbut oleh OPM dari satuan TNI. 8 pucuk,” kata Agus, dikutip dari berbagai sumber, Senin (28/9/2026).
Agus mengatakan TNI akan terus melakukan penanganan terhadap kelompok bersenjata di Papua. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menangani persoalan keamanan di wilayah tersebut.
“OPM (Organisasi Papua Merdeka) ini kan separatis, ya harus ditumpas. Tidak boleh ada separatis di negara kita,” ujarnya.
Menurut Agus, penanganan konflik di Papua tidak cukup dilakukan oleh satu institusi. Ia menyebut kolaborasi diperlukan agar upaya penyelesaian persoalan di wilayah tersebut dapat berjalan.
Agus menambahkan, keberadaan TNI di Papua tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan. Prajurit juga terlibat dalam sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Kegiatan tersebut antara lain pembangunan fasilitas gereja, penyediaan air bersih, pelayanan kesehatan, serta membantu proses belajar mengajar bagi anak-anak.
“Jadi kita kesana membantu percepatan, kesejahteraan, pembangunan, kesejahteraan masyarakat yang ada di sana, mempercepat pembangunan,” ucap dia.
Tiga ASN Dinas Pertanian Tewas
Kasus penembakan juga menewaskan tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Ketiga korban ditembak di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Satgas Operasi Damai Cartenz mengidentifikasi korban masing-masing berinisial WB (24), AR (49), dan AAM (35). AR tercatat menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.
Dua korban lainnya, WB dan AAM, juga merupakan ASN pada dinas tersebut. Mereka berada dalam rombongan yang sebelumnya selesai meninjau kegiatan cetak sawah.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Faizal Ramadhani, menjelaskan AR dan AAM meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara WB sempat mendapatkan perawatan di RSUD Wamena sebelum dinyatakan meninggal.
Penyelidikan awal Satgas Operasi Damai Cartenz mengarah pada dugaan keterlibatan kelompok bersenjata dari wilayah Nduga dalam penembakan tersebut.
Sopir Lajuran Tewas Ditembak
Korban lainnya adalah Aris Sanda, seorang sopir lajuran di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Ia meninggal dunia setelah mengalami penembakan.
Sebelum ditemukan tewas, Aris disebut sempat diduga disandera kelompok bersenjata. Peristiwa tersebut berlangsung pada Selasa (15/9/2026) pagi.







