Metapos.id, Jakarta — Sulit tidur bisa terjadi ketika pikiran masih aktif meski tubuh sudah berada di tempat tidur. Salah satu kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan pada malam hari adalah berjalan kaki ringan setelah makan malam.
Aktivitas tersebut tidak perlu dilakukan seperti olahraga berat. Jalan santai selama beberapa menit dapat membantu tubuh lebih rileks sekaligus mendukung sejumlah proses yang berkaitan dengan kualitas tidur.
Jalan Kaki Setelah Makan Bantu Menenangkan Pikiran
Berjalan kaki setelah makan malam dapat menjadi aktivitas ringan sebelum memasuki waktu tidur. Gerakan tubuh saat makanan dicerna juga dapat menjadi jeda dari rutinitas malam.
Neurolog bersertifikat dari Amerika Serikat, Dr Fawad Mian, menjelaskan bahwa berjalan kaki setelah makan dapat membantu tubuh mengatur kadar insulin.
Setelah makan, kadar gula darah akan meningkat. Tubuh kemudian memproduksi insulin untuk membantu memproses gula tersebut.
Jika lonjakan gula darah terjadi terlalu sering dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan resistensi insulin.
“Resistensi insulin dapat memengaruhi berbagai struktur tubuh, termasuk pembuluh darah yang memasok otak,” ungkap Dr Mian, seperti dikutip dari Parade Sabtu (26/9/2026).
Jalan Santai Membantu Mengontrol Gula Darah
Jalan kaki setelah makan malam tidak perlu dilakukan dengan kecepatan tinggi. Aktivitas ringan dan konsisten justru menjadi pilihan yang dibahas dalam artikel tersebut.
Menurut Parade, berjalan santai selama sekitar 10 hingga 20 menit dapat menjadi bagian dari rutinitas malam.
Aktivitas ringan tersebut dapat membantu tubuh mengelola kadar gula darah setelah makan. Di sisi lain, intensitasnya tidak terlalu tinggi sehingga tubuh tidak terlalu terstimulasi menjelang tidur.
Karena bertujuan sebagai aktivitas ringan, berjalan kaki tidak perlu dilakukan sampai membuat tubuh kelelahan atau berkeringat berlebihan.
Kecepatan yang nyaman dapat menjadi patokan. Seseorang sebaiknya masih mampu berbicara dengan normal saat berjalan.
Jalan Kaki Malam Hari dan Hormon Kortisol
Manfaat berjalan kaki setelah makan malam juga dikaitkan dengan kadar kortisol. Hormon ini dapat meningkat ketika tubuh mengalami tekanan atau stres.
“Selain itu, berjalan kaki mengurangi kadar kortisol, hormon yang meningkat ketika kita mengalami stres, sehingga lebih mudah untuk tidur,” kata Dr Mian.
Ketika kadar kortisol lebih rendah pada malam hari, tubuh diharapkan lebih mudah beralih dari kondisi siaga menuju keadaan yang lebih tenang.
Hal tersebut dapat membantu seseorang mengurangi kebiasaan terus berpikir ketika sudah berada di tempat tidur.
Cukup Jalan 10–20 Menit Sebelum Tidur
Agar tidak mengganggu waktu istirahat, berjalan kaki setelah makan malam sebaiknya dilakukan dengan santai. Durasi yang disarankan sekitar 10 hingga 20 menit.
Aktivitas dengan intensitas tinggi sebaiknya tidak dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur. Olahraga berat dapat meningkatkan detak jantung dan kadar kortisol.
Kebiasaan berjalan kaki juga dapat menjadi kesempatan untuk menjauh sejenak dari ponsel. Menghindari media sosial atau berita saat berjalan dapat menciptakan waktu tanpa layar sebelum tidur.
Meski demikian, sulit tidur dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Jalan kaki setelah makan malam dapat menjadi salah satu kebiasaan pendukung.
Namun, kebiasaan tersebut bukan pengganti evaluasi medis apabila gangguan tidur berlangsung terus-menerus atau disertai keluhan lain.







