Saturday, September 26, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Jalan Kaki Usai Makan Malam, Benarkah Bantu Tidur?

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
26 September 2026
in Lifestyle & Health
Jalan Kaki Usai Makan Malam, Benarkah Bantu Tidur?

Metapos.id, Jakarta — Sulit tidur bisa terjadi ketika pikiran masih aktif meski tubuh sudah berada di tempat tidur. Salah satu kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan pada malam hari adalah berjalan kaki ringan setelah makan malam.

Aktivitas tersebut tidak perlu dilakukan seperti olahraga berat. Jalan santai selama beberapa menit dapat membantu tubuh lebih rileks sekaligus mendukung sejumlah proses yang berkaitan dengan kualitas tidur.

BACA JUGA

Kenapa Depresi Bisa Bikin Mudah Lupa?

Vitamin yang Sebaiknya Tidak Diminum Sebelum Tidur

Jalan Kaki Setelah Makan Bantu Menenangkan Pikiran

Berjalan kaki setelah makan malam dapat menjadi aktivitas ringan sebelum memasuki waktu tidur. Gerakan tubuh saat makanan dicerna juga dapat menjadi jeda dari rutinitas malam.

Neurolog bersertifikat dari Amerika Serikat, Dr Fawad Mian, menjelaskan bahwa berjalan kaki setelah makan dapat membantu tubuh mengatur kadar insulin.

Setelah makan, kadar gula darah akan meningkat. Tubuh kemudian memproduksi insulin untuk membantu memproses gula tersebut.

Jika lonjakan gula darah terjadi terlalu sering dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan resistensi insulin.

“Resistensi insulin dapat memengaruhi berbagai struktur tubuh, termasuk pembuluh darah yang memasok otak,” ungkap Dr Mian, seperti dikutip dari Parade Sabtu (26/9/2026).

Jalan Santai Membantu Mengontrol Gula Darah

Jalan kaki setelah makan malam tidak perlu dilakukan dengan kecepatan tinggi. Aktivitas ringan dan konsisten justru menjadi pilihan yang dibahas dalam artikel tersebut.

Menurut Parade, berjalan santai selama sekitar 10 hingga 20 menit dapat menjadi bagian dari rutinitas malam.

Aktivitas ringan tersebut dapat membantu tubuh mengelola kadar gula darah setelah makan. Di sisi lain, intensitasnya tidak terlalu tinggi sehingga tubuh tidak terlalu terstimulasi menjelang tidur.

Karena bertujuan sebagai aktivitas ringan, berjalan kaki tidak perlu dilakukan sampai membuat tubuh kelelahan atau berkeringat berlebihan.

Kecepatan yang nyaman dapat menjadi patokan. Seseorang sebaiknya masih mampu berbicara dengan normal saat berjalan.

Jalan Kaki Malam Hari dan Hormon Kortisol

Manfaat berjalan kaki setelah makan malam juga dikaitkan dengan kadar kortisol. Hormon ini dapat meningkat ketika tubuh mengalami tekanan atau stres.

“Selain itu, berjalan kaki mengurangi kadar kortisol, hormon yang meningkat ketika kita mengalami stres, sehingga lebih mudah untuk tidur,” kata Dr Mian.

Ketika kadar kortisol lebih rendah pada malam hari, tubuh diharapkan lebih mudah beralih dari kondisi siaga menuju keadaan yang lebih tenang.

Hal tersebut dapat membantu seseorang mengurangi kebiasaan terus berpikir ketika sudah berada di tempat tidur.

Cukup Jalan 10–20 Menit Sebelum Tidur

Agar tidak mengganggu waktu istirahat, berjalan kaki setelah makan malam sebaiknya dilakukan dengan santai. Durasi yang disarankan sekitar 10 hingga 20 menit.

Aktivitas dengan intensitas tinggi sebaiknya tidak dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur. Olahraga berat dapat meningkatkan detak jantung dan kadar kortisol.

Kebiasaan berjalan kaki juga dapat menjadi kesempatan untuk menjauh sejenak dari ponsel. Menghindari media sosial atau berita saat berjalan dapat menciptakan waktu tanpa layar sebelum tidur.

Meski demikian, sulit tidur dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Jalan kaki setelah makan malam dapat menjadi salah satu kebiasaan pendukung.

Namun, kebiasaan tersebut bukan pengganti evaluasi medis apabila gangguan tidur berlangsung terus-menerus atau disertai keluhan lain.

Tags: Gaya Hidupgula darahJalan kakiKesehatankortisolkualitas tidurmakan malamMetapos.id
Previous Post

Tampil Dominan, Indonesia Gulung Singapura 2-0 di GBK

Next Post

Vitamin yang Sebaiknya Tidak Diminum Sebelum Tidur

Related Posts

Kenapa Depresi Bisa Bikin Mudah Lupa?
Lifestyle & Health

Kenapa Depresi Bisa Bikin Mudah Lupa?

26 September 2026
Vitamin yang Sebaiknya Tidak Diminum Sebelum Tidur
Lifestyle & Health

Vitamin yang Sebaiknya Tidak Diminum Sebelum Tidur

26 September 2026
Sinopsis The Love Hypothesis, Cinta Palsu Olive dan Adam
Lifestyle & Health

Sinopsis The Love Hypothesis, Cinta Palsu Olive dan Adam

25 September 2026
Tips Diet Puasa yang Bisa Bantu Turunkan Berat Badan
Lifestyle & Health

Tips Diet Puasa yang Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

25 September 2026
Film Saw 11 resmi dilanjutkan dengan Mike P. Nelson sebagai sutradara. James Wan juga kembali sebagai produser bersama Leigh Whannell dan Jason Blum.
Lifestyle & Health

Saw 11 Temukan Sutradara Baru

25 September 2026
Jimin BTS Raih Sertifikasi Platinum RIAJ untuk Lagu Who
Lifestyle & Health

Jimin BTS Raih Sertifikasi Platinum RIAJ untuk Lagu Who

24 September 2026
Next Post
Vitamin yang Sebaiknya Tidak Diminum Sebelum Tidur

Vitamin yang Sebaiknya Tidak Diminum Sebelum Tidur

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini