Metapos.id, Jakarta — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperkuat operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 di Perairan Masalembo, Laut Jawa.
Sebanyak 22 penyelam tambahan dikerahkan pada Selasa (22/9). Dengan penambahan tersebut, jumlah penyelam yang terlibat dalam pencarian di lokasi mencapai sekitar 34 orang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan, para penyelam tambahan diberangkatkan menuju Banjarmasin menggunakan KRI Nala.
“Besok (hari ini) KRI Nala akan bergabung kembali setelah selesai melaksanakan bekal ulang di Surabaya, kembali kemungkinan jam 6 atau jam 7 sudah ada di daerah operasi,” kata Sudayana, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (22/9/26) malam.
“Nah KRI Nala membawa 22 tim penyelam, sehingga tim penyelam yang ada di lapangan itu kurang lebih berjumlah 34 orang tim penyelam,” sambungnya.
Sudayana menjelaskan, kondisi gelombang laut diperkirakan lebih bersahabat berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kondisi tersebut diharapkan membantu tim melakukan pencarian terhadap penumpang yang diduga masih berada di dalam badan kapal.
“Kalau kami mengharapkan sih flat ya, flat, jadi tidak ada gelombang datar gitu kan, nah ini lebih lebih memudahkan kita dalam pergerakan di lapangan. Tapi kita bersyukur besok (hari ini) cuacanya sudah mulai membaik. Mudah-mudahan tim yang bekerja di lapangan lebih bisa lebih maksimal dalam hal proses evakuasi yang dilaksanakan,” tutur dia.
Hingga Senin (21/9), petugas telah menemukan 123 korban. Rinciannya, sebanyak 108 orang berhasil diselamatkan, sedangkan 15 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Sementara itu, sebanyak 120 penumpang masih dalam pencarian. Jumlah tersebut berdasarkan total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan kehilangan kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita.
Saat kejadian, kapal sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin setelah berangkat pada Sabtu (12/9).
Kapal tersebut kemudian ditemukan pada hari yang sama dalam kondisi terbalik di perairan Laut Jawa. Kapal diduga mengalami masalah setelah menghadapi kondisi cuaca buruk.







