Saturday, November 7, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Ed Sheeran Menangis Bahas Gaza

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
21 September 2026
in Internasional
Ed Sheeran menangis saat membahas Gaza di atas panggung. Ia menyoroti kehancuran, korban sipil, serta ketidakadilan di Tepi Barat.

Ed Sheeran menangis saat membahas Gaza di atas panggung. Ia menyoroti kehancuran, korban sipil, serta ketidakadilan di Tepi Barat.

Metapos.id, Jakarta – Penyanyi pop Inggris Ed Sheeran menangis saat membahas kondisi Gaza dalam penampilannya di Philadelphia, Amerika Serikat, Sabtu (19/9/2026).

Sheeran mengatakan dirinya tidak pernah berniat menjadi musisi aktivis, tetapi isu tersebut membuatnya berada di tengah perdebatan mengenai kebebasan berbicara dan persoalan politik yang kompleks.

BACA JUGA

Di Tengah Konflik dengan AS, Iran Bahas Strategi Baru dengan Rusia

Pentagon Pasok 25 Ribu Drone untuk Perkuat Militer AS di Timur Tengah

“Saya tidak pernah ingin menjadi musisi aktivis, tetapi ini telah menempatkan saya di tengah-tengah perdebatan penting dan penuh semangat tentang kebebasan berbicara dan isu politik paling kompleks di planet ini,” kata Ed Sheeran, dikutip dari berbagai sumber, Senin (21/9/2026).

Ia kemudian menggambarkan situasi di Gaza sebagai bencana yang tidak dapat dibenarkan, sembari menyoroti banyaknya korban sipil, termasuk anak-anak.

“Hati saya hancur melihat skala kehancuran dan hilangnya nyawa warga sipil, nyawa anak-anak. Ketidakadilan sistemik yang kita saksikan terjadi di Tepi Barat tidak bisa diabaikan,” ungkapnya.

Sheeran mengatakan dirinya telah berbicara dengan orang-orang dari berbagai latar belakang untuk mencari cara memberikan bantuan kepada para korban. Ia juga menyebut proses tersebut membuatnya terus mendengarkan dan mempelajari persoalan yang terjadi.

Di tengah pernyataannya mengenai Gaza, Sheeran turut menegaskan bahwa konsernya harus tetap menjadi ruang yang dapat diikuti oleh orang-orang dengan pandangan berbeda.

“Konser ini tetap menjadi tempat di mana semua orang diterima, dan semua orang di sini dapat berdiri berdampingan dengan orang-orang yang memiliki pandangan berbeda, dan semua orang di sini dapat berdiri berdampingan dengan orang-orang yang tidak mereka setujui dalam segala hal, tetapi mereka semua dapat sepakat untuk menyanyikan lagu-lagu ini,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Sheeran menjadi sorotan menyusul keputusan mengeluarkan rapper Macklemore dari sisa tur Loop di Amerika Serikat. Macklemore sebelumnya menyampaikan pandangan mengenai Israel dan Palestina saat tampil di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, pada 4 September.

Sejumlah stadion yang disebut terkait keputusan tersebut antara lain Lincoln Financial Field di Philadelphia, Gillette Stadium di Foxborough, Mercedes-Benz Stadium di Atlanta, Lucas Oil Stadium di Indianapolis, Bank of America Stadium di Charlotte, AT&T Stadium di Arlington, dan Raymond James Stadium di Tampa.

Macklemore kemudian mengungkap klaim mengenai pembicaraan antara Sheeran dan Robert Kraft, pemilik Gillette Stadium, terkait keikutsertaannya dalam tur tersebut.

“Ed memberi tahu saya bahwa Kraft mengatakan saya tidak akan diizinkan tampil di stadionnya,” klaim rapper itu.

“Ed juga memberi tahu saya bahwa Kraft telah mengumpulkan beberapa pemilik stadion lain dan secara kolektif mereka memberinya ultimatum: jika Macklemore tetap dalam tur, Anda tidak akan diizinkan bermain di tempat kami,” ungkapnya.

Setelah Macklemore dikeluarkan, sejumlah penampil pembuka lainnya, yakni Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, serta band pengiring Sheeran, Beoga, turut mengundurkan diri dari tur.

Sheeran sebelumnya menegaskan keputusan pencopotan Macklemore bukan berasal darinya, melainkan promotor tur.

“Kontrak Macklemore untuk tur itu adalah dengan promotor, bukan dengan saya. Saya tidak akan pernah mengecewakan para penggemar yang telah membuat rencana, dan saya juga tidak akan meninggalkan kru tur serta artis pendukung dan musisi lain yang bergantung pada saya untuk pekerjaan dan penghidupan,” katanya.

Pada 16 September, Sheeran juga mengumumkan rencana menyumbangkan US$1 juta yang diperolehnya dari penampilan di tur tersebut kepada organisasi yang mendukung rakyat Palestina.

Ia kemudian mengajak Kraft untuk menyamai donasi tersebut. Pada hari yang sama, Kraft mengatakan Sheeran telah memintanya menyamai donasi sebesar US$2 juta untuk membantu menangani krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Tags: Ed SheeranGazaHeadlineIsraelkonser Ed SheeranMacklemoreMetapos.idPalestina
Previous Post

PM Qatar Peringatkan Eskalasi Timur Tengah

Next Post

Converse Minta Maaf Usai Iklan Tuai Kontroversi

Related Posts

Di Tengah Konflik dengan AS, Iran Bahas Strategi Baru dengan Rusia
Internasional

Di Tengah Konflik dengan AS, Iran Bahas Strategi Baru dengan Rusia

6 November 2026
Pentagon Pasok 25 Ribu Drone untuk Perkuat Militer AS di Timur Tengah
Internasional

Pentagon Pasok 25 Ribu Drone untuk Perkuat Militer AS di Timur Tengah

6 November 2026
Pengacara HAM Pakistan Divonis 10 Tahun Penjara
Internasional

Pengacara HAM Pakistan Divonis 10 Tahun Penjara

5 November 2026
Cedera Rahang Membaik, Emiliano Martinez Siap Kembali ke Chelsea
Internasional

Kanada Larang Atlet Rusia dan Belarus Berlaga di Kejuaraan

5 November 2026
Iran Beri Arahan kepada Masyarakat untuk Menghadapi Ancaman Nuklir
Internasional

Iran Beri Arahan kepada Masyarakat untuk Menghadapi Ancaman Nuklir

5 November 2026
Cedera Rahang Membaik, Emiliano Martinez Siap Kembali ke Chelsea
Internasional

Kebijakan Perang Trump terhadap Iran Jadi Beban Politik

5 November 2026
Next Post
Converse meminta maaf dan menghapus iklan sepatu yang menuai kecaman karena dinilai sejumlah pengguna media sosial memiliki simbol rasial.

Converse Minta Maaf Usai Iklan Tuai Kontroversi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini