Saturday, October 24, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Bagaimana Gunung Anak Krakatau Bisa Tumbuh di Tengah Laut?

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
9 September 2026
in Nasional
Bagaimana Gunung Anak Krakatau Bisa Tumbuh di Tengah Laut?

Metapos.id, Jakarta — Keberadaan Gunung Anak Krakatau di tengah Selat Sunda menyimpan perjalanan geologi yang panjang. Gunung api tersebut tidak muncul begitu saja, melainkan lahir dari rangkaian aktivitas vulkanik setelah letusan besar Krakatau pada 1883.

Sebelum peristiwa tersebut, kawasan Krakatau merupakan kompleks gunung api yang terletak di antara Pulau Jawa dan Sumatra. Kompleks ini terdiri atas beberapa gunung, termasuk Rakata, Danan, dan Perbuwatan.

BACA JUGA

Cegah Masalah Layanan, Kemenhaj Perketat Pengawasan Haji

Upah Minimum 2027 Disiapkan, Mampukah Pekerja Hidup Lebih Layak?

Kondisi kawasan tersebut berubah drastis ketika Krakatau mengalami letusan besar pada Agustus 1883. Erupsi tersebut menghancurkan sebagian besar kompleks gunung api dan mengubah bentang alam di sekitarnya.

Gunung Danan dan Perbuwatan kemudian hilang, sedangkan bagian tengah kompleks Krakatau runtuh. Runtuhan tersebut membentuk kaldera berukuran besar yang selanjutnya terisi oleh air laut.

Namun, tenggelamnya sebagian besar kawasan Krakatau bukan berarti aktivitas vulkaniknya berakhir. Di bawah permukaan laut, magma masih bergerak dan terus mencari jalan menuju permukaan.

Aktivitas vulkanik kembali terlihat pada 1927 melalui letusan yang terjadi di bawah laut. Material hasil erupsi, seperti lava, abu, dan batuan vulkanik, secara perlahan terakumulasi di sekitar pusat letusan.

Endapan material tersebut kemudian membentuk sebuah gunung baru di dasar laut. Pertumbuhannya berlangsung secara bertahap hingga akhirnya pada 1929, gunung tersebut berhasil muncul ke atas permukaan laut.

Gunung baru itu kemudian dikenal dengan nama Gunung Anak Krakatau.

Proses tersebut menunjukkan bahwa pembentukan gunung api dapat berlangsung melalui tahapan panjang. Aktivitas magma dari dalam bumi mampu membentuk struktur vulkanik baru meskipun kawasan sebelumnya telah mengalami kehancuran akibat erupsi besar.

Gunung Anak Krakatau pun menjadi bagian dari sejarah panjang kompleks Krakatau. Fenomena tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa aktivitas geologi di Selat Sunda masih berlangsung dan kawasan tersebut memiliki dinamika vulkanik yang tinggi.

Kisah Krakatau dan Anak Krakatau menjadi gambaran mengenai siklus alam yang terus berlangsung. Kehancuran akibat letusan besar dapat diikuti dengan terbentuknya struktur vulkanik baru melalui aktivitas magma selama bertahun-tahun.

Tags: Aktivitas VulkanikGeologi IndonesiaGunung Anak Krakataugunung apiGunung KrakatauLetusan Krakatau 1883Metapos.idSelat Sunda
Previous Post

Uber Siapkan Ekspansi Robotaxi ke Eropa dan Timur Tengah

Next Post

Simeone Bawa 24 Pemain untuk Hadapi Liverpool

Related Posts

Kemenhaj menyiapkan pedoman pengawasan haji reguler untuk memastikan layanan sesuai kontrak, melindungi keselamatan, dan memenuhi hak jemaah.
Nasional

Cegah Masalah Layanan, Kemenhaj Perketat Pengawasan Haji

23 October 2026
Upah Minimum 2027 Disiapkan, Mampukah Pekerja Hidup Lebih Layak?
Nasional

Upah Minimum 2027 Disiapkan, Mampukah Pekerja Hidup Lebih Layak?

23 October 2026
357,5 Hektare Lahan Raja Ampat Terbakar, Pemadaman Berlanjut
Nasional

357,5 Hektare Lahan Raja Ampat Terbakar, Pemadaman Berlanjut

22 October 2026
Prabowo Tak Mau Rakyat Terus Miskin Selama Dirinya Memimpin
Nasional

Prabowo Tak Mau Rakyat Terus Miskin Selama Dirinya Memimpin

22 October 2026
Evident Institute: Dialog Dua Arah Kunci Komunikasi Pemerintah
Nasional

Evident Institute: Dialog Dua Arah Kunci Komunikasi Pemerintah

22 October 2026
MBG Prasmanan Diharapkan Kurangi Sisa Makanan dan Jaga Kualitas Gizi
Nasional

MBG Prasmanan Diharapkan Kurangi Sisa Makanan dan Jaga Kualitas Gizi

22 October 2026
Next Post
Atletico Madrid membawa 24 pemain ke Anfield untuk menghadapi Liverpool di Liga Champions, tetapi Alexander Sorloth dan Arnau Ortiz dipastikan absen.

Simeone Bawa 24 Pemain untuk Hadapi Liverpool

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini