Saturday, October 24, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

110 Buron Interpol Terdeteksi Bersembunyi di Korea Selatan

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
9 September 2026
in Internasional
Sebanyak 110 warga negara asing yang menjadi buron Interpol diketahui bersembunyi di Korea Selatan, dengan kasus penipuan menjadi pelanggaran terbanyak.

Sebanyak 110 warga negara asing yang menjadi buron Interpol diketahui bersembunyi di Korea Selatan, dengan kasus penipuan menjadi pelanggaran terbanyak.

Metapos.id, Jakarta – Sebanyak 110 warga negara asing (WNA) yang menjadi buron Interpol diketahui bersembunyi di Korea Selatan berdasarkan data Badan Kepolisian Nasional Korea Selatan (NPA) per 12 Agustus 2026.

Data tersebut diserahkan NPA kepada Anggota Parlemen Kim Joon-hwan pada Selasa (08/09/2026), dengan para buron tersebut dicari atas berbagai kejahatan yang dilakukan di negara asal maupun negara lain.

BACA JUGA

Banjir Bandang Mekkah Tewaskan Satu Anak, Satu Masih Hilang

AS Tambah Kekuatan Laut di Tengah Konflik Iran

Warga negara Tiongkok menjadi kelompok terbesar dengan 40 permintaan Interpol atau sekitar 36 persen dari total buron.

Uzbekistan berada di urutan berikutnya dengan 19 permintaan, disusul Mongolia 17 permintaan dan Vietnam 13 permintaan.

Dari jenis pelanggaran, kasus penipuan menjadi yang paling dominan dengan 47 kasus.

Kategori lainnya mencapai 29 kasus dan mencakup pelanggaran perlindungan anak dan remaja, penculikan, penahanan, serta prostitusi.

Sementara itu, kasus narkoba tercatat tujuh kasus, sedangkan pencurian, pelanggaran hukum lalu lintas, cedera, dan penyerangan masing-masing mencapai lima kasus.

Ketika Interpol meminta kerja sama, NPA akan memberi tahu kepolisian provinsi yang memiliki yurisdiksi atas lokasi tersangka untuk melakukan upaya penangkapan.

Tahun ini, NPA menggandakan jumlah staf yang menangani kerja sama tersebut dari 22 menjadi 64 orang.

Jumlah buronan yang berhasil dipulangkan juga meningkat, dari 13 orang sepanjang tahun lalu menjadi 24 orang hingga Agustus 2026.

Kerja sama internasional turut meningkatkan penangkapan buronan Korea Selatan yang melarikan diri ke luar negeri karena mekanisme tersebut berjalan berdasarkan prinsip timbal balik.

Pada bulan lalu, Kepolisian Provinsi Gyeonggi Nambu menangkap dan memulangkan seorang pria asal Tiongkok berusia 50-an yang dicari atas kasus perampokan dan pembunuhan di Tiongkok pada 1997.

Pria tersebut masuk ke Korea Selatan pada 2017 dan tinggal sebagai imigran ilegal sebelum akhirnya ditangkap.

Kerja sama serupa juga dilakukan dengan China. Otoritas China berhasil memulangkan 192 warga Korea Selatan yang menjadi tersangka penipuan dan phishing suara pada 2025.

Sementara itu, NPA telah memulangkan 13 buronan ke Mongolia yang melarikan diri ke Korea Selatan sepanjang 2026, meningkat 330 persen dibandingkan 2025.

“Ini adalah masalah serius yang secara langsung mengancam keselamatan warga negara kita ketika buronan yang melakukan kejahatan berat di luar negeri bersembunyi di Korea,” kata Kim, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (09/09/2026).

Kim meminta kepolisian Korea Selatan memperkuat sumber daya untuk menangani kerja sama Interpol.

“Polisi harus memperluas personel dan anggaran yang didedikasikan untuk kerja sama Interpol guna meningkatkan tingkat penangkapan buronan secara signifikan,” tambah Kim.

Tags: buron InterpolHeadlineInterpolKorea SelatanMetapos.idNational Police AgencyNPAPenipuanred noticeWNA
Previous Post

Sesar Aktif Ditemukan di Surabaya, Potensi Gempa M 6,7, BMKG Minta Warga Tenang

Next Post

Uber Siapkan Ekspansi Robotaxi ke Eropa dan Timur Tengah

Related Posts

Banjir Bandang Mekkah Tewaskan Satu Anak, Satu Masih Hilang
Internasional

Banjir Bandang Mekkah Tewaskan Satu Anak, Satu Masih Hilang

23 October 2026
Jumlah kapal perang AS di Timur Tengah diperkirakan melampaui 24 unit seiring kedatangan gugus tempur kapal induk tambahan di tengah konflik Iran.
Internasional

AS Tambah Kekuatan Laut di Tengah Konflik Iran

23 October 2026
Menlu Iran Sebut Hubungan AS-Israel Seperti Parasit
Internasional

Menlu Iran Sebut Hubungan AS-Israel Seperti Parasit

23 October 2026
Korsel Kecewa dengan Ukraina, Penarikan Diplomat dari Kyiv Berlanjut
Internasional

Korsel Kecewa dengan Ukraina, Penarikan Diplomat dari Kyiv Berlanjut

22 October 2026
Benjamin Netanyahu mengaku telah membahas rencana menggulingkan pemerintahan Iran bersama Donald Trump, di tengah ketegangan menjelang pemilu Israel.
Internasional

Netanyahu Tegaskan Target Perubahan Pemerintahan Iran

21 October 2026
Pria di Kansas Ditangkap Usai Diduga Ancam Tembak Donald Trump
Internasional

Pria di Kansas Ditangkap Usai Diduga Ancam Tembak Donald Trump

21 October 2026
Next Post
Uber menggandeng Pony.ai, Momenta, dan WeRide untuk mengembangkan layanan robotaxi dan memperluas teknologi kendaraan otonom ke pasar internasional.

Uber Siapkan Ekspansi Robotaxi ke Eropa dan Timur Tengah

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini