Sunday, October 25, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Petrokimia Gresik Dorong Produktivitas Bawang Merah Nganjuk

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
9 September 2026
in Ekbis
Program Pestani Bawang Merah Nyawiji Petrokimia Gresik mendorong produktivitas bawang merah Nganjuk hingga 20 ton per hektare atau naik 12 persen.

Program Pestani Bawang Merah Nyawiji Petrokimia Gresik mendorong produktivitas bawang merah Nganjuk hingga 20 ton per hektare atau naik 12 persen.

Metapos.id, Jakarta – PT Petrokimia Gresik memperkuat dukungan terhadap pengembangan bawang merah unggulan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, melalui program Pestani Bawang Merah Nyawiji.

Program yang berlangsung sejak Maret hingga September 2026 tersebut melibatkan 120 petani dari enam kecamatan di Nganjuk dan mendorong penerapan praktik budidaya yang lebih optimal.

BACA JUGA

BSI International Expo 2026 Dorong UMKM Tembus Pasar Global

BSI dan Prudential Syariah Dorong Gaya Hidup Sehat dan Finansial

Melalui demonstration plot (demplot) program tersebut, produktivitas bawang merah mencapai 20 ton per hektare, meningkat hingga 12 persen dibandingkan panen sebelumnya yang berada di angka 18 ton per hektare.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo mengatakan bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis dengan nilai ekonomi tinggi dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Petrokimia Gresik ingin hadir lebih dekat dengan petani. Kami tidak ingin berhenti pada penyediaan pupuk, tetapi juga terus mendorong edukasi pemupukan berimbang, layanan uji tanah, pendampingan budidaya, pemanfaatan teknologi pertanian, serta penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir. Semangat tersebut salah satunya kami wujudkan melalui Program Pestani,” ujar Adityo yang akrab disapa Adit.

Jawa Timur sendiri memiliki posisi penting dalam produksi bawang merah nasional. Pada 2024, produksi bawang merah Jawa Timur mencapai 476.666 ton dari luas panen sekitar 53.681 hektare, sedangkan produksi nasional mencapai 2.085.721 ton dengan luas panen 188.561 hektare.

Di Jawa Timur, Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu sentra utama bawang merah, termasuk melalui varietas lokal unggulan Tajuk atau Tanaman Asli Nganjuk yang dikenal memiliki kualitas umbi, warna, ukuran, dan daya simpan yang baik.

Libatkan 120 Petani

Program Pestani Bawang Merah Nyawiji diikuti petani dari Kecamatan Wilangan, Bagor, Rejoso, Nganjuk, Sukomoro, dan Gondang.

“Pestani bukan sekadar kompetisi. Pestani kami hadirkan sebagai ruang bagi para petani untuk belajar, berbagi pengalaman, membangun kolaborasi, sekaligus menunjukkan praktik budidaya terbaik pada komoditas unggulan daerah. Hari ini, semangat tersebut kita bawa melalui Pestani Bawang Merah Nyawiji di Kabupaten Nganjuk dengan mengangkat varietas lokal unggulan, yakni Tajuk,” kata Adit.

Dalam kompetisi tersebut, penilaian mencakup keseragaman umbi, berat hasil panen, serta dokumentasi budidaya.

Untuk mendukung budidaya, para peserta mengaplikasikan sejumlah produk Petrokimia Gresik, yakni Phonska Lite, K Plus, Phonska Cair, Phonska Oca Plus, ZA Plus, SP-36 Petro, Petro Biofertil, dan Petroganik Premium sebagai sumber nutrisi tanaman bawang merah.

“Capaian ini menunjukkan bahwa penerapan budidaya yang tepat, pemenuhan nutrisi tanaman secara optimal, serta pendampingan yang konsisten memiliki potensi memberikan hasil yang lebih baik bagi petani. Praktik-praktik terbaik seperti inilah yang ingin terus kami kembangkan dan sebarkan melalui Pestani,” ujar Adit.

Nama Nyawiji memiliki makna menyatukan langkah. Semangat tersebut menjadi bagian dari pendekatan program yang mengedepankan kolaborasi, pendampingan, dan pembelajaran langsung di lahan.

“Kata Nyawiji memiliki makna yang sangat kuat. Untuk memajukan pertanian, kita harus menyatukan langkah antara petani, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, Pestani Bawang Merah Nyawiji kami harapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat bawang merah Nganjuk,” tutur Adit.

Rangkaian program juga diisi sarasehan bersama petani dan pemangku kepentingan, panen bersama, serta pemberian penghargaan kepada petani berprestasi.

Petani asal Kecamatan Gondang, Suheri, mengapresiasi pendampingan yang diberikan Petrokimia Gresik dan berharap peningkatan produktivitas dapat berdampak terhadap pendapatan serta kesejahteraan petani.

“Kami dalam kegiatan ini mendapatkan informasi terkait pupuk-pupuk nonsubsidi yang terbukti mendorong peningkatan produktivitas bawang merah. Alhamdulillah tanaman hasilnya berkualitas,” ujar Suheri.

Selain bawang merah, program Pestani juga diterapkan pada komoditas unggulan lainnya di Jawa Timur, seperti cabai rawit, melon, dan semangka melalui Pestani Rawit, Pestani Melon Pantura, serta Pestani Semangka Tapal Kuda.

“Petrokimia Gresik berkomitmen untuk terus tumbuh dan berkembang bersama petani. Kami percaya, ketika petani semakin produktif dan sejahtera, maka pertanian akan semakin kuat. Dan ketika pertanian semakin kuat, ketahanan pangan Jawa Timur dan Indonesia akan semakin kokoh,” pungkas Adit.

Tags: bawang merah NganjukPestanipetani NganjukPetrokimia Gresikvarietas Tajuk
Previous Post

Gerindra Unggul dalam Survei PPI, Golkar Tempati Posisi Ketiga

Next Post

Menhut Segel Lahan Bekas Karhutla yang Mulai Ditanami Sawit

Related Posts

BSI International Expo 2026 Dorong UMKM Tembus Pasar Global
Ekbis

BSI International Expo 2026 Dorong UMKM Tembus Pasar Global

24 October 2026
BSI dan Prudential Syariah Dorong Gaya Hidup Sehat dan Finansial
Ekbis

BSI dan Prudential Syariah Dorong Gaya Hidup Sehat dan Finansial

23 October 2026
Riset MarkPlus 2026: ShopeePay Jadi Dompet Digital Paling Sering Digunakan
Ekbis

Riset MarkPlus 2026: ShopeePay Jadi Dompet Digital Paling Sering Digunakan

23 October 2026
Kebut Hadiah BombasTri 2026, Pelanggan Bisa Pilih Hadiah
Ekbis

Kebut Hadiah BombasTri 2026, Pelanggan Bisa Pilih Hadiah

22 October 2026
Penghematan APBN Bakal Diperketat, Ini Penjelasan Menteri Keuangan
Ekbis

Penghematan APBN Bakal Diperketat, Ini Penjelasan Menteri Keuangan

22 October 2026
PRUCare 360 Syariah, Perlindungan Jiwa hingga Usia 80 Tahun
Ekbis

PRUCare 360 Syariah, Perlindungan Jiwa hingga Usia 80 Tahun

15 October 2026
Next Post
Menhut Segel Lahan Bekas Karhutla yang Mulai Ditanami Sawit

Menhut Segel Lahan Bekas Karhutla yang Mulai Ditanami Sawit

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini