Metapos.id, Jakarta – Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa rencana Presiden Prabowo Subianto memperbesar efisiensi anggaran bertujuan memastikan keuangan negara digunakan untuk kepentingan masyarakat. Pengeluaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan terus dievaluasi agar pembiayaan dapat diprioritaskan pada program yang benar-benar dibutuhkan.
“Artinya bahwa kalau kita melakukan, menjalankan kehidupan berbangsa bernegara ini, salah satunya APBN. APBN itu terus kita melakukan upaya-upaya efisiensi dan penghematan,” ujar Suahasil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026) malam.
Suahasil menjelaskan, pengendalian belanja pemerintah diharapkan membuka ruang anggaran yang lebih besar untuk mendukung berbagai kebutuhan publik. Dengan begitu, alokasi dana negara dapat lebih berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Supaya kita bisa membiayai items-items pengeluaran negara yang memang diperlukan untuk kesejahteraan masyarakat. Maksudnya begitu,” sambungnya, dikutip dari berbagai sumber, Kamis (22/10/2026).
Terkait dinamika pasar modal Indonesia yang menjadi perhatian Morgan Stanley Capital International (MSCI), Suahasil menyebut pengawasan berada di bawah kewenangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kementerian Keuangan menyatakan dukungan terhadap langkah OJK dalam mengawasi transaksi serta menjaga transparansi dan integritas pasar modal.
Di sisi lain, Prabowo menyampaikan kemungkinan kembali menerapkan kebijakan penghematan dalam skala besar. Hal itu diungkapkannya ketika menutup Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (21/10/2026).
“Saudara-saudara sekalian kalau perlu, kita adakan penghematan besar-besaran. Kita lebih hemat lagi nanti,” tegas Prabowo.
Presiden juga menekankan pentingnya keteguhan Indonesia dalam menghadapi tekanan dan berbagai tantangan. Menurutnya, kekuatan, keberanian, serta semangat pantang menyerah menjadi bekal untuk menghadapi situasi yang berkembang.
Prabowo turut menyinggung tantangan yang dihadapi Indonesia, termasuk persoalan di pasar modal. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus bekerja memenuhi harapan masyarakat meskipun menghadapi beragam hambatan.







