Metapos.id, Jakarta — Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp600.000 tidak sepenuhnya digunakan penerima untuk membeli kebutuhan pokok. Sebagian penerima memang mengutamakan makanan dan kebutuhan rumah tangga, tetapi ada pula yang mengalokasikan sedikit dana untuk keperluan pribadi.
Pengeluaran tersebut antara lain digunakan untuk membeli parfum isi ulang, paket internet, hingga kopi sachet. Fenomena ini menunjukkan bahwa bantuan tambahan tetap dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan personal, meski kebutuhan utama menjadi prioritas.
Gambaran tersebut terlihat dari pengalaman sejumlah penerima BSU yang ditemui media pada Jumat (4/9/2026).
Utamakan Kebutuhan Rumah Tangga
Salah satu penerima BSU berinisial AF (32), pedagang ayam goreng di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, mengatakan sebagian besar dana bantuan yang diterimanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
AF memperoleh BSU sebesar Rp600.000 pada akhir 2025. Dana tersebut berasal dari bantuan Rp300.000 per bulan selama dua bulan.
Menurut AF, uang bantuan itu digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari membeli makanan hingga memenuhi kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan pribadi.
“Lebih banyak untuk kebutuhan sehari-hari. Yang penting-penting dulu, seperti makan dan kebutuhan rumah,” ujar AF, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (8/9/26).
Meski demikian, AF tidak menggunakan seluruh dana untuk kebutuhan utama. Ia masih menyisihkan sebagian uang untuk membeli parfum.
Parfum yang dipilih bukan produk dengan harga tinggi. AF memilih parfum refill karena harganya dinilai lebih ramah di kantong.
“Kalau parfum saya pilih yang refill saja. Lebih murah, jadi masih bisa beli tanpa terlalu mengganggu kebutuhan yang lain,” katanya.
Kebiasaan tersebut menjadi menarik ketika dikaitkan dengan pola konsumsi masyarakat yang menerima bantuan. Ketika dana harus dibagi untuk berbagai kebutuhan, sebagian orang tetap menyisihkan uang untuk membeli barang yang memberikan kepuasan pribadi.
Kondisi itu dapat dikaitkan dengan istilah lipstick effect, yaitu kecenderungan seseorang tetap membeli barang dengan harga relatif terjangkau untuk mendapatkan kesenangan atau kepuasan ketika kondisi keuangan sedang terbatas.
Namun, keputusan AF membeli parfum refill belum tentu menunjukkan perilaku konsumtif. Pilihan produk dengan harga lebih murah justru menunjukkan adanya upaya menyesuaikan pengeluaran dengan kondisi keuangan.
Di sisi lain, kebutuhan pokok seperti makanan dan kebutuhan rumah tangga tetap ditempatkan sebagai prioritas utama dalam penggunaan dana BSU.







