Friday, October 23, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

CapCut World Singapore Kumpulkan 300 Kreator

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
8 September 2026
in Tek & Oto
CapCut World Singapore mempertemukan lebih dari 300 kreator dan memperkenalkan inovasi AI serta fitur baru untuk mendukung proses kreatif.

CapCut World Singapore mempertemukan lebih dari 300 kreator dan memperkenalkan inovasi AI serta fitur baru untuk mendukung proses kreatif.

Metapos.id, Jakarta – CapCut merayakan pertumbuhan komunitas kreatornya melalui gelaran perdana CapCut World untuk kawasan Asia Tenggara yang berlangsung di Singapura pada akhir pekan lalu.

Sejak diluncurkan pada 2020, CapCut berkembang menjadi platform penyuntingan terpadu yang digunakan kreator dan sineas untuk menghasilkan berbagai karya kreatif.

BACA JUGA

Tesla Siapkan Cybercab untuk Pelanggan Akhir Tahun

Google Chrome Tambah Fitur Deteksi Situs Penipuan Berbasis AI

Kini, CapCut telah menjangkau lebih dari 660 juta pengguna di lebih dari 170 pasar dan tersedia dalam 30 bahasa.

Gelaran CapCut World Singapore mempertemukan lebih dari 300 kreator, pemimpin industri, dan anggota tim CapCut untuk berbagi kisah, bertukar pengalaman mengenai proses kreatif, serta mengenal berbagai fitur yang tersedia di platform tersebut.

Salah satu fokus yang diangkat adalah peran komunitas kreator templat. Saat ini, lebih dari 6 juta kreator templat telah menerbitkan lebih dari 400.000 templat baru setiap hari.

CapCut juga memperkenalkan Skills, fitur yang memungkinkan kreator menyimpan dan membagikan gaya, alur kerja, serta teknik di balik sebuah karya.

Salah satu kreator yang memanfaatkan kemampuan tersebut adalah sineas Vee Camallere melalui serial berbasis AI berjudul Featherweight yang telah meraih lebih dari 25 juta penayangan.

“Ketika cerita dalam Featherweight beralih dari satu adegan ke adegan lainnya, saya dapat menggunakan skill yang telah disimpan sebelumnya agar tampilan visualnya tetap konsisten. Kemampuan yang ditawarkan Skills ini menjadikan proses color grading terasa berbeda dengan yang lain,” ujar Vee dalam presentasinya di CapCut World Singapore.

Perkuat Kreativitas dengan AI

CapCut menyebut lebih dari 85 fitur AI telah tersedia di dalam aplikasinya dan membantu komunitas menghasilkan lebih dari 6 miliar kreasi orisinal sepanjang 2026.

Fitur-fitur tersebut mencakup pengembangan ide, penyusunan cerita hingga penyuntingan akhir dalam satu platform.

Melalui AI Lab, misalnya, kreator dapat mengembangkan ide awal berdasarkan visi yang mereka jelaskan di aplikasi.

Ide tersebut kemudian dapat dikembangkan melalui Infinite Canvas untuk merangkai cerita, membangun karakter, hingga mengeksplorasi berbagai pengambilan gambar dan adegan.

Setelah seluruh elemen siap, aset dan konteks kreatif dapat diteruskan ke editor multitrack CapCut dengan dukungan fitur penyuntingan berbasis AI, Edit Pilot.

CapCut juga menerapkan langkah transparansi melalui tanda air tak kasatmata (invisible watermarks) dan Kredensial Konten dari C2PA untuk mendukung proses kreasi yang lebih bertanggung jawab.

Setiap hari, lebih dari 7 juta kreator memanfaatkan fitur AI CapCut, termasuk sineas profesional yang mengembangkan karya berbasis AI.

CapCut turut mengintegrasikan sejumlah model AI seperti Dreamina Seedance untuk video, Dola Seedream untuk gambar, dan Seed Audio untuk audio.

Teknologi tersebut mendukung fitur seperti Video Studio yang memungkinkan kreator melakukan penyesuaian pada bagian tertentu berdasarkan timestamp, karakter, maupun elemen visual tanpa harus membuat ulang seluruh adegan.

Untuk kebutuhan gambar, Design Studio menghadirkan kemampuan penyuntingan interaktif yang memungkinkan pengguna memberikan arahan visual dengan menggambar panah atau melingkari area tertentu.

CapCut World Singapore menjadi pembuka rangkaian perayaan global bagi komunitas kreator. Setelah Singapura, gelaran tersebut dijadwalkan hadir di Los Angeles dan London pada akhir tahun ini.

“Sejak awal, CapCut berupaya menyederhanakan proses pembuatan video agar mudah dilakukan oleh lebih banyak orang,” ujar Xiaoqi Fu, Global Head of CapCut.

“Berangkat dari fondasi tersebut, CapCut terus menyatukan lebih banyak tahapan dalam proses kreatif—mulai dari penyuntingan dan desain hingga berbagai fitur baru—dengan tetap memastikan kendali atas setiap keputusan kreatif berada di tangan pengguna.”

Tags: CapCutCapCut World Singaporeediting videokreatorMetaposa.idTeknologi AI
Previous Post

Hijab Dilarang di Sekolah, Negara Ini Ungkap Alasannya

Next Post

Di Balik Judul “Islam Ala Prabowo”, Apa Saja Isi Bukunya?

Related Posts

Tesla berencana mulai menjual robot taksi Cybercab kepada pelanggan pada akhir 2026, meski regulator AS tengah menyelidiki standar keselamatan kendaraan tersebut.
Tek & Oto

Tesla Siapkan Cybercab untuk Pelanggan Akhir Tahun

23 October 2026
Google Chrome Tambah Fitur Deteksi Situs Penipuan Berbasis AI
Tek & Oto

Google Chrome Tambah Fitur Deteksi Situs Penipuan Berbasis AI

23 October 2026
DeepSeek dikabarkan memperoleh pendanaan sekitar Rp100 triliun, di tengah pembatasan teknologi perusahaan AI China tersebut oleh pemerintah AS.
Tek & Oto

Diblokir AS, DeepSeek Justru Dapat Suntikan Dana Besar

23 October 2026
Meta Didenda Rp450 Triliun dalam Kasus Kebocoran Data Cambridge Analytica
Tek & Oto

Meta Didenda Rp450 Triliun dalam Kasus Kebocoran Data Cambridge Analytica

22 October 2026
Komdigi Tegaskan Tak Batasi Jangkauan Konten Kritik Karhutla
Tek & Oto

Komdigi Tegaskan Tak Batasi Jangkauan Konten Kritik Karhutla

21 October 2026
Amerika Serikat memperluas larangan DeepSeek ke seluruh lembaga sipil federal karena kekhawatiran kebocoran data sensitif dan keamanan nasional.
Tek & Oto

AS Khawatir Data Pemerintah Bocor lewat DeepSeek

21 October 2026
Next Post
Di Balik Judul “Islam Ala Prabowo”, Apa Saja Isi Bukunya?

Di Balik Judul “Islam Ala Prabowo”, Apa Saja Isi Bukunya?

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini