Saturday, September 5, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Wikimania Paris 2026 Bahas Masa Depan Pengetahuan

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
28 August 2026
in Tek & Oto
Wikimania Paris 2026 mempertemukan 1.200 relawan Wikimedia untuk membahas masa depan pengetahuan terbuka di tengah perkembangan AI dan ancaman terhadap informasi.

Wikimania Paris 2026 mempertemukan 1.200 relawan Wikimedia untuk membahas masa depan pengetahuan terbuka di tengah perkembangan AI dan ancaman terhadap informasi.

Metapod.id, Jakarta – Sebanyak 1.200 sukarelawan Wikimedia dari berbagai negara berkumpul dalam Wikimania 2026 di Cité des Sciences et de l’Industrie, Paris, pada 21–25 Juli 2026 untuk membahas masa depan pengetahuan manusia di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan meningkatnya ancaman terhadap ekosistem informasi.

Konferensi internasional ke-21 Wikimedia tersebut digelar secara luring dan daring serta bertepatan dengan peringatan 25 tahun Wikipedia.

BACA JUGA

TCL C7L Bawa 1.352 Precise Dimming Zones ke Indonesia

Eks Pegawai Meta Kritik Uang Damai Rp280 Triliun

Kegiatan diawali dengan pra-konferensi dan pembukaan yang menghadirkan Founder Wikipedia Jimmy Wales, sementara CEO Wikimedia Foundation Bernadette Meehan menekankan pentingnya kolaborasi manusia di tengah perubahan cara masyarakat menemukan dan mengonsumsi informasi.

“Saat Wikipedia merayakan hari jadinya yang ke-25, kita memasuki era baru bagi pengetahuan. Kecerdasan buatan mengubah cara orang menemukan dan mengonsumsi informasi, menjadikan kolaborasi antar manusia lebih penting daripada sebelumnya,” ujar Bernadette.

Mengusung tema Liberté, Équité, Fiabilité atau Kebebasan, Ekuitas, Keandalan, Wikimania 2026 menjadi ruang bagi komunitas global untuk merumuskan strategi menghadapi berbagai tekanan terhadap ekosistem pengetahuan terbuka.

Ancaman tersebut mencakup tekanan politik, sensor, manipulasi teknologi, hingga penyalahgunaan AI yang berpotensi membongkar identitas kontributor anonim dan memicu intimidasi.

Tiga nilai utama menjadi fokus pembahasan, yakni kebebasan untuk berbagi pengetahuan, ekuitas dalam memastikan akses yang adil sekaligus mengatasi bias sejarah dan sistemik, serta keandalan melalui penguatan verifikasi dan prinsip netralitas.

Konferensi juga diisi berbagai agenda seperti Hackathon, Lightning Talks, dan diskusi mengenai masa depan gerakan Wikimedia untuk memastikan pengetahuan tetap dapat diakses lintas generasi.

Indonesia turut berpartisipasi melalui Wikimedia Indonesia yang mengembangkan berbagai proyek pengetahuan terbuka, seperti Wikipedia, Wikidata, Wikimedia Commons, Wiktionary, dan Wikisource.

Sejumlah peserta Indonesia juga mengisi sesi Wikimania 2026, di antaranya Warming Up the Incubator oleh NikolasKHF, How Regional Partnerships Power Community-Led Growth in Bali oleh Carma Citrawati dan Sakti Pramudya, serta Crowdsourcing Media for Public Knowledge dan Lessons Learned from Indonesia’s Government Wikimedia SUL Page Block oleh Jeromi Mikhael.

Sementara itu, sesi poster menghadirkan WikiCitaRasa: Introducing Wikibooks through Indonesian Culinary Recipe Writing Workshop yang dibawakan Raflinoer32.

Kehadiran para wikimediawan dari berbagai negara menunjukkan bahwa di tengah perkembangan AI dan tantangan terhadap kepercayaan publik, kolaborasi manusia tetap menjadi bagian penting dalam menjaga pengetahuan yang terbuka, dapat diverifikasi, dan dapat diakses masyarakat.

Tags: AIkecerdasan buatanMetapos.idpengetahuan terbukaWikimania Paris 2026WikimediaWikipedia
Previous Post

Diduga Bakar Lahan demi Buka Pertanian, Pasutri Ditangkap

Next Post

Raja Harald V Norwegia Meninggal Dunia

Related Posts

TCL C7L SQD Mini LED hadir di Indonesia dengan 1.352 Precise Dimming Zones, HDR 3.000 nits, gamut warna hingga 100% BT.2020, dan audio Bang & Olufsen.
Tek & Oto

TCL C7L Bawa 1.352 Precise Dimming Zones ke Indonesia

4 September 2026
Gedung Meta Indonesia (Foto: Ig/faqih.dh)
Tek & Oto

Eks Pegawai Meta Kritik Uang Damai Rp280 Triliun

3 September 2026
John Ternus VP Apple. (Foto/Apple Gallery)
Tek & Oto

Jadi CEO Apple, Berapa Gaji John Ternus?

3 September 2026
iPhone 18, iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, Apple, Dynamic Island,
Tek & Oto

iPhone 18 Pro Siap dengan Kamera Baru

3 September 2026
AI Grok
Tek & Oto

Respons Grok Mendadak Bikin Pengguna X Bingung

26 August 2026
Samsung pasar smartphone Asia Tenggara
Tek & Oto

Samsung Kuasai Pasar Smartphone Asia Tenggara pada Kuartal II 2026

25 August 2026
Next Post
Raja Norwegia Harald V meninggal dunia di usia 89 tahun setelah sempat berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Raja Harald V Norwegia Meninggal Dunia

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini