Metapos.id, Jakarta – Self-Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyalurkan bantuan corporate social responsibility (CSR) di Maluku Utara dalam rangka memperingati 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.
Rangkaian CSR tersebut digelar bertepatan dengan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) dengan menyasar dua sektor strategis, yakni peningkatan mutu pendidikan tinggi dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Bantuan sarana teknologi diserahkan kepada Universitas Khairun di Kota Ternate pada Jumat (4/9/2026).
Penyerahan secara simbolis dilakukan Ketua HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia sekaligus Direktur Pengembangan Infrastruktur dan Manajemen Informasi KSEI Dharma Setyadi kepada Rektor Universitas Khairun Abdullah W. Jabid di Aula Banau Universitas Khairun.
Dharma mengatakan, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen pasar modal untuk memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan sosial di daerah.
“Kami percaya dukungan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi Universitas Khairun, baik dalam mendukung kegiatan pembelajaran maupun meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa. Melalui sinergi antara pasar modal dan dunia pendidikan, kami ingin turut berkontribusi dalam mendorong pemanfaatan teknologi serta penguatan mutu pendidikan tinggi di Maluku Utara,” ujar Dharma.
Bantuan teknologi tersebut diharapkan dapat memperkuat proses pembelajaran berbasis digital, meningkatkan efisiensi dan akurasi tata kelola administrasi, serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan akademik dan kemahasiswaan.
Bantuan Cold Storage untuk Nelayan Rua
Sehari setelah penyerahan bantuan di Universitas Khairun, rangkaian CSR dilanjutkan dengan pemberian bantuan pembangunan fasilitas penyimpanan hasil tangkapan ikan kepada kelompok nelayan Kelurahan Rua, Ternate, pada Sabtu (5/9/2026).
Bantuan tersebut berupa Solar Powered Cold Storage yang terdiri atas dua unit cold storage berkapasitas 300 liter bertenaga surya dan empat unit ice maker berkapasitas 200 liter bertenaga surya.
Selain fasilitas fisik, para nelayan juga mendapatkan pelatihan dan pendampingan mengenai literasi keuangan serta manajemen kelompok.
Ketua Panitia HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia sekaligus Direktur Utama KPEI Antonius Herman Azwar berharap fasilitas tersebut dapat membantu menjaga kualitas serta memperpanjang masa simpan hasil tangkapan nelayan.
“Untuk ke depannya, kami berharap bantuan ini lebih lanjut mampu mendukung pemanfaatan energi surya oleh masyarakat yang juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dengan mengurangi biaya penggunaan listrik. Program ini diharapkan dapat mendukung peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi nelayan kecil di wilayah Kelurahan Rua di Ternate”, ungkap Anton.
Rangkaian kegiatan CSR ini diharapkan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan, penguatan sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Dana CSR dalam rangka HUT Pasar Modal Indonesia juga dialokasikan untuk berbagai bidang, mulai dari lingkungan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, sosial, hingga perbaikan dan pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah Indonesia.
Ke depan, SRO akan terus menjalankan kegiatan CSR yang memberikan manfaat jangka panjang bagi penerima sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai bagian dari prioritas pembangunan nasional.







