Metapos.id, Jakarta — Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan masih adanya berbagai tantangan ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Ia menyebut tidak sedikit keluarga yang harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, kondisi tersebut belum selalu diikuti dengan peningkatan kesejahteraan.
“Harus kita akui dengan jujur, masih banyak keluarga yang bekerja keras tetapi merasa hidup belum semakin mudah. Harga kebutuhan sehari-hari masih menekan. Mendapatkan pekerjaan yang layak tidak selalu mudah,” ujar AHY saat berpidato dalam peringatan HUT ke-25 Demokrat, Minggu (6/9/2026).
Menurut AHY, kenaikan biaya hidup membuat masyarakat harus menyesuaikan kembali pengeluaran dengan pendapatan yang dimiliki. Di sisi lain, akses terhadap pekerjaan yang layak masih menjadi tantangan.
Keluhan tersebut, kata AHY, ia dapatkan dari berbagai kelompok masyarakat yang ditemuinya secara langsung. Mereka berasal dari kalangan pekerja, pelaku usaha hingga generasi muda.
“Itulah yang saya dengarkan langsung dari para pelaku UMKM, pekerja informal termasuk pengemudi ojol, ibu-ibu rumah tangga, generasi muda, dan kelompok masyarakat lainnya,” ujar AHY.
AHY menilai persoalan kesejahteraan masih menjadi perhatian penting masyarakat. Selain harga kebutuhan pokok, warga juga menaruh perhatian terhadap ketersediaan lapangan kerja, kemiskinan, dan upaya pemberantasan korupsi.
“Survei-survei nasional juga menunjukkan bahwa harga kebutuhan pokok, pemberantasan korupsi, lapangan pekerjaan, dan kemiskinan masih menjadi perhatian utama rakyat,” kata dia.
Ia menegaskan tekanan ekonomi yang dialami masyarakat tidak dapat hanya dilihat melalui angka atau indikator ekonomi. Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan keluarga sehari-hari.
“Tekanan itu nyata. Lapangan pekerjaan yang berkualitas belum cukup, daya beli banyak keluarga masih tertekan, kelas menengah menghadapi biaya hidup yang semakin berat,” jelas AHY.
Selain daya beli dan lapangan pekerjaan, AHY menyoroti tantangan yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebagian pelaku usaha dinilai masih kesulitan memperluas pasar serta meningkatkan kapasitas bisnis.
Ia juga menilai pemerataan kesempatan ekonomi dan peningkatan kualitas pelayanan dasar masih perlu menjadi perhatian. Terutama, di sejumlah wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses.
“Kita tidak boleh mengabaikannya. Jangan menjauh dari kenyataan. Dengarkan, pahami, dan perjuangkan jalan keluarnya. Sebab di balik setiap angka ekonomi, ada kehidupan manusia,” kata AHY.







