Metapos.id, Jakarta — Paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kalimantan diduga turut berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).
Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna mencatat adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sejumlah wilayah dalam beberapa pekan terakhir.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Imam Syafari, mengatakan jumlah kasus yang tercatat mencapai 251 kasus.
Kenaikan tersebut ditemukan pada sejumlah fasilitas kesehatan dan puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Natuna.
“Menurut unit fasilitas pelayanan kesehatan dan per Puskesmas ada beberapa terjadi peningkatan,” kata Imam, dikutip dari berbagai sumber (3/9/26).
Dinas Kesehatan belum dapat memastikan jumlah pelajar yang terdampak ISPA akibat asap karhutla. Data tersebut masih dalam proses pengumpulan dari masing-masing wilayah pelayanan kesehatan.
Imam mengatakan pihaknya perlu melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mendapatkan gambaran kasus berdasarkan wilayah puskesmas.
Sebelumnya, jumlah penderita ISPA pada pekan ke-33 dan ke-34 justru tercatat mengalami penurunan. Kasus yang semula mencapai 251 kemudian turun menjadi 225 kasus.
Namun, kondisi berbeda terjadi di beberapa wilayah. Sejumlah puskesmas kembali mencatat pertambahan pasien ISPA sehingga diperlukan pemutakhiran data secara menyeluruh.
“Kita mau tarik data dulu per wilayah puskesmas ya,” ujarnya.
Berikut sejumlah wilayah puskesmas yang mengalami peningkatan kasus ISPA:
1. Puskesmas Kelarik: meningkat dari 9 menjadi 17 kasus.
2. Puskesmas Pulau Tiga: bertambah dari 2 menjadi 6 kasus.
3. Puskesmas Tanjung: naik dari 10 menjadi 11 kasus.
4. Puskesmas Bunguran Tengah: meningkat dari 23 menjadi 30 kasus.
5. Puskesmas Bunguran Selatan: bertambah dari 26 menjadi 30 kasus.
6. Puskesmas Serasan: naik dari 20 menjadi 23 kasus.
7. Puskesmas Suak Midai: meningkat dari 0 menjadi 4 kasus.
Kenaikan kasus tersebut terjadi ketika asap karhutla dari Kalimantan menyelimuti sejumlah wilayah. Kondisi kualitas udara akibat asap menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna masih melakukan pemantauan serta pengumpulan data dari seluruh puskesmas untuk melihat perkembangan kasus ISPA dan kondisi kesehatan masyarakat.







