Tuesday, September 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Puan Minta Dugaan Ormas di Kerusuhan Demo 27 Agustus Diselidiki

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
1 September 2026
in Nasional
Puan Minta Dugaan Ormas di Kerusuhan Demo 27 Agustus Diselidiki

Metapos.id, Jakarta — Ketua DPR RI Puan Maharani meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan keterlibatan organisasi masyarakat (ormas) dalam kericuhan yang berlangsung setelah aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026.

Puan menilai seluruh informasi terkait peristiwa di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, perlu diperiksa secara menyeluruh. Ia juga meminta penyelidikan dilakukan berdasarkan fakta serta alat bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

BACA JUGA

Penulisan Ulang Sejarah RI Tuai Pro-Kontra, Kini Resmi Dirilis

BNPB Dalami Putusan MK, Aturan Penetapan Bencana Nasional Disiapkan

“Jadi kami meminta pada aparat terkait bisa menyelidiki dan menyelesaikan masalah ini dengan sebaik-baiknya, dan menuntaskan masalah ini dengan bukti-bukti yang kuat. Bila memang terbukti ya harus diselesaikan dengan tuntas,” ujar Puan dikutip dari berbagai sumber Selasa (1/9/2026).

Puan menyampaikan hal tersebut saat ditanya mengenai dugaan kehadiran dan keterlibatan GRIB Jaya serta Rosario de Marshall alias Hercules dalam peristiwa kericuhan.

Menurut Puan, aparat harus mengusut seluruh rangkaian kejadian tanpa mengabaikan setiap informasi yang berkaitan dengan kasus tersebut. Hasil penyelidikan nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

“Ya kita minta semuanya itu diselidiki oleh pihak penegak hukum dengan tuntas dan kita lihat apa yang terjadi dan ya dituntaskan dengan sebaik-baiknya,” kata dia.

Polisi Masih Telusuri Kasus Bambang dan Fatur

Kericuhan tersebut juga menjadi perhatian karena adanya kasus kematian Bambang Setiyawan (59), warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Bambang sebelumnya dievakuasi petugas dari lokasi kericuhan pada Kamis malam (27/8/2026) dalam keadaan tidak sadarkan diri. Ia kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Selain itu, Faturohman (18) juga melaporkan dirinya mengalami tindakan kekerasan dalam kejadian tersebut. Pemuda itu mengalami sejumlah luka setelah mengaku menjadi korban penganiayaan.

Polda Metro Jaya masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan pengeroyokan yang menyebabkan Bambang meninggal. Penyidik juga terus menghimpun fakta dan bukti dari lapangan.

“Kami sedang melakukan penyelidikan dan mengumpulkan fakta-fakta hukum yang ada di lapangan yang kami peroleh,” kata Iman dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (28/8/2026).

Rangkaian kericuhan terjadi setelah sejumlah kelompok masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di sekitar Kompleks Parlemen, Senayan, pada 27 Agustus 2026.

Situasi kemudian berkembang ketika aparat gabungan berupaya menggeser massa dari kawasan depan Kompleks Parlemen. Massa bergerak menuju sejumlah wilayah, termasuk Slipi dan Pejompongan.

Dalam perkembangannya, kasus kekerasan terhadap Bambang dan Fatur dikaitkan dengan keberadaan massa GRIB Jaya yang dipimpin Hercules di sekitar lokasi kejadian.

GRIB Jaya Tegaskan Tidak Terlibat

DPP GRIB Jaya membantah tudingan yang menyebut organisasinya terlibat dalam kerusuhan setelah demonstrasi 27 Agustus 2026.

Bantahan tersebut juga mencakup dugaan keterlibatan dalam kasus kekerasan yang terjadi di kawasan Pejompongan.

Kuasa hukum DPP GRIB Jaya, Wilson Colling, turut membantah adanya keterlibatan organisasi tersebut dalam peristiwa yang menyebabkan Bambang Setiyawan meninggal dunia.

GRIB Jaya juga menyatakan akan mengambil langkah hukum untuk menanggapi tudingan yang mengaitkan organisasinya dengan rangkaian kericuhan tersebut.

Tags: demo 27 AgustusDPR RIGRIB JayaHerculesKerusuhan PejomponganMetapos.idpenegakan hukumpuan maharani
Previous Post

Penulisan Ulang Sejarah RI Tuai Pro-Kontra, Kini Resmi Dirilis

Next Post

Gempa M4,3 Guncang Cianjur, Pusat Gempa Hanya 5 Km

Related Posts

Penulisan Ulang Sejarah RI Tuai Pro-Kontra, Kini Resmi Dirilis
Nasional

Penulisan Ulang Sejarah RI Tuai Pro-Kontra, Kini Resmi Dirilis

1 September 2026
BNPB Dalami Putusan MK, Aturan Penetapan Bencana Nasional Disiapkan
Nasional

BNPB Dalami Putusan MK, Aturan Penetapan Bencana Nasional Disiapkan

1 September 2026
9.205 Aduan Masyarakat Masuk ke DPR dalam Setahun
Nasional

9.205 Aduan Masyarakat Masuk ke DPR dalam Setahun

1 September 2026
TNI Libatkan 21 Negara dalam Latihan Super Garuda Shield
Nasional

TNI Libatkan 21 Negara dalam Latihan Super Garuda Shield

1 September 2026
KLH Telusuri Dugaan Keterlibatan 19 Perusahaan dalam Karhutla
Nasional

KLH Telusuri Dugaan Keterlibatan 19 Perusahaan dalam Karhutla

1 September 2026
Data Desil Bermasalah, Mensos Minta Warga Perbarui Lewat Kelurahan
Nasional

Data Desil Bermasalah, Mensos Minta Warga Perbarui Lewat Kelurahan

1 September 2026
Next Post
Gempa M4,3 Guncang Cianjur, Pusat Gempa Hanya 5 Km

Gempa M4,3 Guncang Cianjur, Pusat Gempa Hanya 5 Km

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini