Metapos.id, Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mencapai 105 orang.
Data tersebut disampaikan Suharyanto kepada Presiden Prabowo Subianto saat rapat penanganan gempa di Posko Penanganan Gempa NTT, Kabupaten Nagekeo.
“Bapak Presiden, kami laporkan. Untuk yang meninggal dunia ada 105 jiwa,” kata Suharyanto, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (26/08/26).
Selain korban meninggal, sebanyak 1.678 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Sementara itu, jumlah warga yang masih berada di pengungsian mencapai 179.037 orang.
Menurut Suharyanto, sebanyak 48 orang menjadi korban akibat dampak langsung gempa. Sedangkan 57 korban lainnya ditemukan dalam proses lanjutan operasi pencarian dan pertolongan yang dilakukan Basarnas.
“Datanya lengkap memang hasil dari operasi SAR yang dilakukan oleh Basarnas, kemudian dirawat di fasilitas-fasilitas kesehatan yang tidak selamat, kemudian juga ada yang trauma, ada yang lansia, ada anak-anak, sehingga menambah 57 sehingga meninggal dunia sekarang 105 orang,” ucap dia.
BNPB juga mencatat sebanyak 81.436 rumah mengalami kerusakan akibat gempa. Tiga wilayah yang mengalami dampak paling parah yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.
Jumlah korban meninggal tersebut meningkat lima orang dibandingkan data pada Senin (24/8) yang tercatat sebanyak 100 orang.
Pada Rabu (26/8), Presiden Prabowo Subianto datang langsung ke wilayah terdampak gempa di NTT. Prabowo tiba di lokasi menjelang pukul 12.00 WIB menggunakan helikopter kepresidenan.
Setibanya di Nagekeo, Prabowo langsung memimpin rapat terkait penanganan bencana di Posko Penanganan Bencana yang berada di Batalyon Teritorial Pembangunan Kabupaten Nagekeo.
Sejumlah pejabat turut menghadiri rapat tersebut, di antaranya Mensesneg Prasetyo Hadi, Mendagri Tito Karnavian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Menteri PU Dody Hanggodo.







