Metapos.id, Jakarta – Dua sutradara televisi, Ally Pankiw dan Kate Herron, mengungkap telah menolak tawaran untuk menyutradarai serial adaptasi Harry Potter milik HBO. Keputusan tersebut berkaitan dengan kontroversi pandangan J.K. Rowling mengenai hak transgender.
Pankiw, yang dikenal lewat Black Mirror dan The Great, membagikan percakapan dengan agennya melalui Instagram. Dalam percakapan itu, sang agen memastikan apakah Pankiw tertarik dengan tawaran tersebut.
“Aku punya firasat tentang jawabannya, tapi aku merasa harus bertanya: ‘Harry Potter? Tentunya nggak dong?'” tulis sang agen, dikutip dari berbagai sumber, Senin (17/08/2026).
Pankiw kemudian memberikan jawaban tegas atas tawaran tersebut. “Absolutely f-ing not! Lol. Tapi terima kasih sudah bertanya.”
Ia juga menjelaskan alasan di balik keputusannya menolak proyek tersebut. “Sangat mudah untuk mengatakan tidak pada hal yang mendanai transfobia!” tulis Pankiw dalam keterangan unggahannya.
Unggahan tersebut mendapat dukungan dari Kate Herron, sutradara Loki musim pertama dan Sex Education. Herron mengungkapkan bahwa tim produksi serial Harry Potter bahkan sudah dua kali menghubunginya.
“Rasa hormat dan cinta untukmu, Ally,” tulis Herron.
“Mereka sudah memintaku dua kali dan aku harus menjelaskan bahwa jawabanku tidak akan pernah berubah dari kata tidak.”
Penolakan tersebut muncul ketika HBO tengah mempersiapkan reboot Harry Potter. Proyek ini tetap mendapat sorotan karena Rowling terlibat sebagai produser eksekutif di tengah kontroversi pandangannya tentang identitas gender.
Serial tersebut dijadwalkan tayang pada musim liburan akhir tahun. Musim pertamanya akan mengadaptasi Harry Potter and the Philosopher’s Stone, sementara HBO belum memberikan komentar mengenai penolakan kedua sutradara tersebut.







