Wednesday, November 4, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Pengelolaan Whoosh Berubah, Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
6 August 2026
in Ekbis
Pengelolaan Whoosh Berubah, Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah akan melakukan perubahan besar dalam struktur kepemilikan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengambil alih 60 persen saham mayoritas KCIC yang selama ini dimiliki konsorsium BUMN. Proses pengalihan tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan September 2026.

Dalam mekanisme baru, kepemilikan saham KCIC tidak lagi berada di bawah PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) maupun PT Kereta Api Indonesia (Persero). Sebagai gantinya, saham akan dikelola melalui Special Mission Vehicle (SMV) milik Kementerian Keuangan agar pengelolaannya tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

BACA JUGA

ASABRI Bekali Anggota Polri Polda Riau Hadapi Masa Purnabakti

KPEI Raih Dua Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026

“Pembahasan yang pertama adalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Ini akan diserahkan dari Danantara ke Kementerian Keuangan. Nanti akan kita percepat, mungkin pertengahan bulan September sudah akan selesai,” ujar Purbaya, dikutip dari Antara, Kamis (6/8/2026).

Menurut Purbaya, Kementerian Keuangan akan menunjuk satu atau beberapa SMV untuk mengelola kepemilikan saham tersebut. Skema ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus memastikan operasional Whoosh tetap berjalan secara efektif.

Ia menegaskan, setelah proses pengalihan rampung, kepemilikan mayoritas KCIC berada di bawah kendali Kementerian Keuangan, bukan lagi di bawah PT KAI maupun PSBI yang beranggotakan PT KAI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PTPN VIII.

Di sisi lain, konsorsium China melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd. tetap mempertahankan 40 persen saham KCIC. Dengan komposisi tersebut, kemitraan Indonesia dan China dalam pengoperasian kereta cepat Whoosh dipastikan tetap berlanjut.

Purbaya juga memastikan kebutuhan pendanaan operasional KCIC ke depan tidak akan bersumber dari APBN. Pembiayaan akan berasal dari keuntungan serta dividen yang dikelola oleh SMV di bawah Kementerian Keuangan.

Selain itu, pemerintah China disebut masih berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama dalam proyek kereta cepat. Bahkan, terdapat peluang pengembangan jalur Whoosh hingga wilayah Jawa Timur. Sementara itu, penunjukan SMV yang akan mengelola saham KCIC masih dibahas dan kemungkinan melibatkan lebih dari satu entitas.

Tags: APBNKCICKemenkeuKereta cepatMetapos.idPurbaya Yudhi SadewaSMVWhoosh
Previous Post

Prabowo Undang Peneliti BRIN ke Istana, Bahas Riset untuk Dukung Program Prioritas

Next Post

Bernardo Tavares Sebut Persib Favorit, Persebaya Tetap Optimistis di Final

Related Posts

ASABRI Bekali Anggota Polri Polda Riau Hadapi Masa Purnabakti
Ekbis

ASABRI Bekali Anggota Polri Polda Riau Hadapi Masa Purnabakti

4 November 2026
KPEI Raih Dua Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026
Ekbis

KPEI Raih Dua Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026

3 November 2026
Airlangga Buka Suara soal Kemungkinan QRIS Dikenakan Pajak
Ekbis

Airlangga Buka Suara soal Kemungkinan QRIS Dikenakan Pajak

3 November 2026
Sidak Koperasi Merah Putih Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Stok Obat Tersedia
Ekbis

Sidak Koperasi Merah Putih Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Stok Obat Tersedia

2 November 2026
Pupuk Indonesia Bangun Pabrik Soda Ash Rp? Bersama Petrokimia dan Rekind
Ekbis

Pupuk Indonesia Bangun Pabrik Soda Ash Rp? Bersama Petrokimia dan Rekind

2 November 2026
Indonesia SIPF dan SIPC Jalin Kerja Sama Pelindungan Investor
Ekbis

Indonesia SIPF dan SIPC Jalin Kerja Sama Pelindungan Investor

2 November 2026
Next Post
Bernardo Tavares final Piala Presiden 2026

Bernardo Tavares Sebut Persib Favorit, Persebaya Tetap Optimistis di Final

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini