Metapos.id, Jakarta – Rumah pribadi mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, yang berada di Perumahan Raffles Hills, Kota Depok, Jawa Barat, masih mendapat penjagaan aparat setelah ia resmi mengundurkan diri dari jabatannya.
Hasil pantauan pada Kamis (23/7/2026) menunjukkan sejumlah petugas berpakaian sipil bersiaga di beberapa akses menuju kediaman Nanik. Pengamanan sudah terlihat sejak pintu masuk kawasan Blok N, tempat mantan pimpinan BGN tersebut tinggal.
Meski terdapat penjagaan di sekitar lokasi, situasi di dalam kompleks perumahan tetap kondusif. Warga terlihat menjalankan aktivitas seperti biasa tanpa adanya keramaian maupun gangguan keamanan.
Hunian milik Nanik berada di lahan pojok (hook) dan terdiri dari tiga lantai dengan dominasi warna abu-abu serta putih. Di area rumah tampak sekitar 11 mobil terparkir, dengan tujuh kendaraan berada di sisi samping rumah dan empat lainnya di halaman depan.
Seorang warga mengungkapkan Nanik telah menetap di kawasan tersebut sejak lama, jauh sebelum dipercaya memimpin BGN. Ia menyebut rumah yang ditempati saat ini merupakan hasil penggabungan empat unit rumah yang dibeli secara bertahap dan kemudian direnovasi menjadi satu bangunan besar.
Menurut keterangan warga, Nanik juga memiliki satu unit rumah lain yang berada tepat di depan kediaman utamanya. Di sekitar bangunan tersebut terlihat sejumlah petugas yang masih melakukan penjagaan.
Warga sekitar menilai Nanik termasuk pribadi yang tertutup dan jarang terlibat dalam kegiatan lingkungan. Selama tinggal di kompleks itu, ia hampir tidak pernah menghadiri agenda warga. Kesempatan bertemu dengan tetangga disebut hanya terjadi saat menggelar acara open house pada Idulfitri 2026.
Nama Nanik kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Kepala BGN pada Rabu (22/7/2026). Ia mengaku memilih mundur karena harus menjalani perawatan penyakit jantung di luar negeri.
Nanik baru sekitar satu setengah bulan menjabat sebagai Kepala BGN setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 8 Juni 2026. Jabatan tersebut kini telah diemban oleh Sudaryono.
Pengamanan di sekitar rumah Nanik sebenarnya sudah pernah dilakukan sebelumnya. Pada Juni 2026, aparat memperketat penjagaan setelah beredar informasi mengenai rencana aksi massa yang akan mendatangi kediamannya.
Pergantian pucuk pimpinan BGN berlangsung ketika lembaga tersebut masih menjadi perhatian publik terkait penyidikan dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah ditangani Kejaksaan Agung.







