Metapos.id, Jakarta – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah sejumlah media Iran melaporkan adanya serangan yang menghantam wilayah di sekitar Pulau Qeshm, dekat Selat Hormuz, pada Kamis (16/7/2026) malam waktu setempat.
Kantor berita Fars menyebut serangan rudal tersebut terjadi di sekitar Pulau Qeshm dengan mengutip keterangan otoritas setempat. Sementara itu, kantor berita Tasnim melaporkan korespondensinya melihat proyektil menghantam kawasan di sekitar pulau tersebut.
Selain Pulau Qeshm, televisi pemerintah Iran juga melaporkan bahwa Kota Bandar Abbas menjadi sasaran serangan yang disebut sebagai agresi militer Amerika Serikat.
Meningkatnya eskalasi ini terjadi sekitar satu bulan setelah tercapainya kesepakatan awal yang bertujuan meredakan konflik antara kedua negara. Namun, situasi kembali memanas menyusul ancaman saling serang yang terus dilontarkan kedua belah pihak.
Sebelumnya, Iran memperingatkan akan menargetkan berbagai infrastruktur strategis di kawasan apabila Washington melanjutkan serangan terhadap fasilitas penting di wilayah Iran.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena menjadi lintasan utama ekspor minyak dari kawasan Teluk. Setiap peningkatan konflik di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan dan ekonomi global.







