Thursday, August 27, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Takeda Gandeng Pemerintah RI Bangun Industri Plasma dan Obat Derivat Plasma

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
13 July 2026
in Ekbis
Takeda Gandeng Pemerintah RI Bangun Industri Plasma dan Obat Derivat Plasma

Metapos.id, Jakarta – Takeda bersama Pemerintah Indonesia mengumumkan kemitraan strategis untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional melalui pengembangan ekosistem produk obat derivat plasma (PODP). Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Takeda akan menginvestasikan hingga USD30 juta atau sekitar Rp539 miliar pada tahap awal untuk membangun infrastruktur industri plasma di Indonesia.

Kemitraan ini melibatkan Kementerian Kesehatan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Dalam kerja sama tersebut, Kementerian Kesehatan menetapkan Takeda sebagai industri farmasi yang dapat menyelenggarakan fraksionasi plasma secara bertahap untuk memproduksi PODP.

BACA JUGA

Lengua Bergabung dengan Feel Good Network, Perkuat Kapabilitas Social-First

Samsung Siapkan Imbal Hasil Rp1.300 Triliun untuk Pemegang Saham

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun industri kesehatan yang lebih kuat. Menurutnya, kemitraan dengan Takeda diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap pengobatan penting sekaligus memperkuat sistem kesehatan nasional.

“Inisiatif ini mencerminkan komitmen Pemerintah Indonesia untuk membangun industri strategis di sektor kesehatan dan memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap pengobatan penting dan inovatif,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Pada tahap awal, Takeda akan membangun sejumlah bank plasma dalam kurun waktu dua tahun. Hasil pengembangan tersebut akan menjadi dasar evaluasi sebelum diperluas menjadi jaringan bank plasma nasional yang terintegrasi.

Selain pembangunan bank plasma, Takeda juga akan mengkaji peluang membangun fasilitas manufaktur produk obat derivat plasma berteknologi tinggi di Indonesia. Fasilitas tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok biofarmasi global.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani menilai investasi ini tidak hanya menghadirkan modal baru, tetapi juga membuka peluang transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan penciptaan lapangan kerja berketerampilan tinggi. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat inovasi kesehatan di kawasan.

Bank plasma pertama ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 dan akan menjadi bagian dari jaringan BioLife milik Takeda. Melalui kemitraan jangka panjang ini, pemerintah dan Takeda berharap ketersediaan produk obat derivat plasma di Indonesia semakin terjamin sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Tags: biofarmasiBudi Gunadi SadikinHeadlineinvestasi kesehatanKementerian kesehatanMetapos.idobat derivat plasmaplasmaRosan RoeslaniTakeda
Previous Post

AS Kembali Desak Kuba Ubah Arah Politik di Tengah Ketegangan

Next Post

Venezuela Perbarui Data Gempa, Korban Tewas Tembus 4.333 Orang

Related Posts

Feel Good Network mengumumkan Lengua sebagai bagian dari ekosistem kreatif independennya untuk memperkuat strategi social-first, konten, storytelling, dan creator engagement.
Ekbis

Lengua Bergabung dengan Feel Good Network, Perkuat Kapabilitas Social-First

26 August 2026
Siswa SD di Sulteng Rasakan Manfaat Program MBG
Ekbis

Samsung Siapkan Imbal Hasil Rp1.300 Triliun untuk Pemegang Saham

23 August 2026
10 Perusahaan Paling Banyak Mempekerjakan Orang di Dunia
Ekbis

10 Perusahaan Paling Banyak Mempekerjakan Orang di Dunia

23 August 2026
BNI Sekuritas mengajak masyarakat belajar investasi melalui WondrX 2026, sekaligus memperkuat literasi pasar modal bagi investor pemula.
Ekbis

BNI Sekuritas Ajak Masyarakat Mulai Investasi di WondrX 2026

22 August 2026
Andrea Bocelli Tampil di Indonesia, BNI Tebar Diskon Tiket
Ekbis

Andrea Bocelli Tampil di Indonesia, BNI Tebar Diskon Tiket

21 August 2026
PEFINDO Angkat Ignatius Girendroheru Jadi Direktur Utama
Ekbis

PEFINDO Angkat Ignatius Girendroheru Jadi Direktur Utama

21 August 2026
Next Post

Venezuela Perbarui Data Gempa, Korban Tewas Tembus 4.333 Orang

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini